Console, Game Mobile, News, PC

Eksekutif NetEase Terseret Kasus Pencucian Uang, Polisi Menangkap dan Perusahaan Memecat Pegawai yang Terlibat

NetEase, raksasa teknologi dan gaming asal China, sedang diterpa isu serius setelah sejumlah karyawannya, termasuk salah satu eksekutif senior, Xiang Liang, terlibat dalam dugaan kasus pencucian uang. Kasus ini menarik perhatian besar karena nilai uang yang digelapkan mencapai $139 juta atau sekitar Rp21 miliar, melibatkan kontrak dengan 30 mitra bisnis. Polisi China telah mengambil langkah tegas dengan menangkap beberapa karyawan yang dicurigai terlibat, sementara NetEase juga bergerak cepat dengan memecat mereka yang dianggap terkait dengan kasus ini.

Menurut laporan dari media lokal Leifeng, yang diterjemahkan oleh Siliconera, penyelidikan atas kasus ini masih dalam tahap awal. Meskipun demikian, polisi telah mengamankan beberapa pegawai yang diduga terlibat dalam skema tersebut. Selain itu, laporan menyebutkan bahwa beberapa dari mereka kini telah dibebaskan dari tahanan. Salah satu dari mantan karyawan yang ditangkap bahkan muncul di media sosial untuk membuat pernyataan bahwa dirinya tidak bersalah, meskipun tidak ada detail lebih lanjut yang diungkapkan terkait pernyataannya.

Eksekutif NetEase Terseret Kasus Pencucian Uang, Polisi Menangkap dan Perusahaan Memecat Pegawai yang Terlibat

Tindakan tegas NetEase dalam merespons kasus ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kepercayaan publik dan integritas perusahaan di tengah situasi yang sulit. Perusahaan dengan cepat memutus hubungan kerja dengan karyawan yang terlibat, langkah yang diambil untuk memisahkan diri dari skandal ini dan menunjukkan bahwa mereka tidak mentolerir perilaku semacam itu dalam operasionalnya. Langkah ini seolah memberi pesan bahwa NetEase tidak akan membiarkan tindakan kriminal seperti pencucian uang mencoreng reputasi perusahaan.

Penangkapan ini terjadi di momen yang cukup krusial bagi NetEase, terutama karena perusahaan tengah bersiap meluncurkan game Marvel Rivals bulan depan. Game ini sangat dinanti-nantikan oleh penggemar karena merupakan kolaborasi berprofil tinggi dengan Marvel Games, dan diharapkan dapat menarik banyak perhatian di industri game internasional. Banyak pihak yang memperhatikan apakah isu ini akan berdampak pada perilisan Marvel Rivals dan bagaimana NetEase menangani situasi ini secara keseluruhan.

NetEase dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di China, dan memiliki berbagai produk populer dalam sektor game, musik, dan layanan cloud. Dengan adanya isu besar seperti ini, NetEase dihadapkan pada tantangan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga stabilitas bisnis di tengah penyelidikan yang masih berlangsung. Kasus ini juga mencerminkan betapa pentingnya pengawasan internal di perusahaan besar, khususnya yang melibatkan kontrak dan transaksi bernilai tinggi dengan banyak mitra.