Epic Games, pengembang game populer Fortnite, kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kompetitif yang adil. Baru-baru ini, Epic Games mengajukan gugatan terhadap seorang pemain kompetitif yang diduga menggunakan cheat dalam turnamen resmi mereka. Pemain tersebut, yang diidentifikasi sebagai Sebastian ‘Sabortian’ Araujo, menghadapi tuduhan serius yang dapat merusak reputasinya di dunia esports.
Komunitas Menemukan Identitas Pelaku Sebuah unggahan dari akun resmi Fortnite menyebutkan bahwa tindakan tegas sedang diambil terhadap seorang pemain yang menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras untuk mendapatkan keuntungan tidak adil. Meskipun nama pelaku tidak disebutkan dalam pengumuman awal, dokumen pengadilan yang beredar di komunitas mengungkap bahwa Sabortian adalah orang yang dimaksud. Halaman Liquipedia Sabortian kini mencatat statusnya sebagai “dilarang,” mengindikasikan tindakan resmi dari penyelenggara.
Chapter 6: FNCS Divisional Cups, Ranked Cups and other competitive details 🚨
In this blog, we also outline the significant changes we're making to tournaments to combat cheating and improve the experience for competitors.
Read more here: https://t.co/LhTlXRRPXd pic.twitter.com/GeiUn4LZxk
— Fortnite Competitive (@FNCompetitive) November 26, 2024
Rekam Jejak Turnamen Sabortian Sabortian adalah pemain yang cukup sukses dalam kompetisi Fortnite. Pada bulan September 2024 saja, ia berhasil memenangkan hadiah sebesar $1.300 dari berbagai turnamen, dengan total pendapatan tahunan mencapai $3.900. Ia bahkan menduduki podium di lima dari enam turnamen yang diikutinya pada bulan tersebut. Sayangnya, prestasi ini diduga dicapai dengan bantuan cheat seperti aimbot dan wallhack, yang memberinya keunggulan untuk mengunci target secara otomatis dan melihat musuh melalui dinding.
Epic Games Tegas Terhadap Kecurangan Kasus ini menyoroti komitmen Epic Games untuk memberantas kecurangan dalam permainan mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, Fortnite telah menetapkan standar tinggi untuk sistem anti-cheat, memastikan bahwa semua pemain, baik kasual maupun kompetitif, memiliki kesempatan yang setara. Penggunaan aimbot dan wallhack menjadi ancaman serius bagi integritas turnamen, dan tindakan hukum ini menjadi bukti bahwa Epic tidak akan mentoleransi pelanggaran seperti itu.

Masa Depan Kompetisi Fortnite Insiden ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam dunia esports. Dengan popularitas Fortnite yang terus meningkat, terutama dalam mode Ranked yang telah dirombak awal tahun ini, menciptakan lingkungan yang adil adalah prioritas utama. Gugatan terhadap Sabortian menjadi peringatan bagi semua pemain bahwa cheat tidak hanya akan mengarah pada larangan bermain, tetapi juga konsekuensi hukum.
Epic Games berharap langkah ini dapat menjadi pelajaran dan menjaga kepercayaan komunitas terhadap kompetisi Fortnite. Sebagai pengembang, Epic berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pemain dapat menikmati permainan yang kompetitif dan bebas dari kecurangan.

