Siapa sangka, PlayStation Portal, perangkat portabel yang dirilis Sony di akhir 2023, justru jadi primadona di kalangan gamer meski awalnya dipandang sebelah mata. Meskipun bukan konsol portabel penuh seperti PlayStation Vita, Portal berhasil menarik perhatian karena fungsinya yang memungkinkan gamer melanjutkan main game PS5 di layar kecil tanpa harus berebut TV.
Menurut Hiromi Wakai, Wakil Presiden Manajemen Produk di Sony Interactive Entertainment, waktu paling populer untuk menggunakan PlayStation Portal adalah jam 9 malam, satu jam lebih lambat dibandingkan waktu puncak pemain PS5.

Kenapa malam hari? Wakai menduga banyak gamer memulai sesi game mereka di konsol PS5 di ruang utama. Kemudian, saat TV dibutuhkan anggota keluarga lain, mereka beralih ke PlayStation Portal dan melanjutkan bermain di ruangan lain. Portal memang dirancang untuk fleksibilitas ini, menjadikannya perangkat yang ideal buat gamer yang butuh ruang privasi lebih.
Saat pertama kali diumumkan, Portal dianggap hanya perangkat niche. Namun, data penjualan membuktikan sebaliknya. Perangkat ini ludes di berbagai toko ritel, melebihi ekspektasi awal Sony. Gamer rupanya tertarik dengan kemampuan Portal untuk streaming game PS5 langsung dari cloud tanpa harus terkoneksi langsung dengan konsol.

Fitur streaming ini memang masih dalam tahap beta, dengan beberapa fitur seperti party voice chat dan game trials belum aktif. Namun, performa penjualannya menunjukkan potensi besar bagi Sony untuk mengeksplorasi kembali dunia gaming portabel.
Kesuksesan Portal memicu rumor bahwa Sony sedang mengembangkan perangkat portabel standalone baru yang sepenuhnya mampu memainkan game PS5. Jika benar, ini bisa jadi langkah besar setelah era PlayStation Vita berakhir pada 2011.
Buat kamu yang suka nge-game sebelum tidur, PlayStation Portal bisa jadi solusi sempurna. Kamu nggak sendirian—ribuan gamer di seluruh dunia ternyata punya kebiasaan yang sama. Jadi, sudah siap melanjutkan petualangan PS5-mu di mana saja, kapan saja?

