Console, News, PC

Ubisoft Tutup Studio dan PHK 185 Karyawan di Awal 2025

Awal tahun 2025 tampaknya menjadi periode sulit bagi Ubisoft. Perusahaan pengembang game asal Prancis ini kembali mengumumkan keputusan besar yang mengejutkan dunia gaming: penutupan sejumlah studio game mereka dan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 185 karyawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi untuk menyeimbangkan kondisi finansial mereka yang goyah dalam beberapa tahun terakhir.

Studio yang Ditutup: Inggris, Swedia, dan Jerman

Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menyebutkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memprioritaskan proyek lain dan mengurangi beban biaya jangka panjang. Studio yang terdampak adalah Ubisoft Leamington (Inggris), Ubisoft Stockholm (Swedia), dan Ubisoft Düsseldorf (Jerman).

“Kami mengumumkan langkah restrukturisasi untuk menjamin stabilitas jangka panjang Ubisoft. Sayangnya, hal ini berdampak pada 185 karyawan. Kami berterima kasih atas kontribusi mereka dan akan memberikan dukungan selama proses transisi,” ungkap Ubisoft melalui pernyataan yang dikutip dari Eurogamer.

Studio-Studio Berjasa yang Terpaksa Dibubarkan

Ubisoft Tutup Studio dan PHK 185 Karyawan di Awal 2025

Ketiga studio yang ditutup sebenarnya memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar terhadap dunia gaming:

  • Ubisoft Leamington (Inggris): Sebelumnya dikenal sebagai FreeStyleGames, studio ini pernah menggarap game Guitar Hero dan Call of Duty sebelum diakuisisi oleh Ubisoft pada 2017. Mereka juga terlibat dalam proyek besar seperti Tom Clancy’s The Division, Far Cry 5, dan Star Wars Outlaws.
  • Ubisoft Düsseldorf (Jerman): Studio ini terkenal dengan karyanya pada franchise Anno dan The Settlers.
  • Ubisoft Stockholm (Swedia): Salah satu studio yang mengembangkan Avatar: Frontiers of Pandora, sebuah proyek ambisius yang masih dinanti penggemar.

Tantangan Berkelanjutan untuk Ubisoft

Keputusan ini merupakan bagian dari rangkaian masalah yang telah lama menghantui Ubisoft. Sebelumnya, perusahaan ini juga melakukan PHK besar-besaran pada 2022 dan akhir 2024. Beberapa game mereka, seperti Skull and Bones, mengalami penundaan panjang, sementara game lain seperti XDefiant gagal menarik perhatian pemain.

Di sisi lain, Ubisoft kini tengah mempersiapkan peluncuran Assassin’s Creed Shadows pada Maret 2025, meski game ini telah mengalami dua kali penundaan.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Meski langkah ini mengecewakan banyak pihak, Ubisoft berharap restrukturisasi ini akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih stabil. Dunia gaming kini menanti langkah selanjutnya dari perusahaan ini, termasuk peluncuran proyek-proyek besar mereka yang masih dalam pengembangan.