Console, News, PC

EA Kembangkan AI untuk Menggantikan Playtester, Masa Depan Industri Game Berubah?

Electronic Arts (EA) kembali menggemparkan industri game dengan paten terbarunya yang bertujuan mengotomatiskan playtesting menggunakan AI. Dengan teknologi ini, EA berambisi menggantikan pengujian manual yang selama ini dilakukan oleh manusia dengan agen AI yang dapat meniru berbagai gaya bermain.

AI Sebagai Playtester: Lebih Efektif dan Hemat Biaya?

EA Kembangkan AI untuk Menggantikan Playtester, Masa Depan Industri Game Berubah?

Dalam dokumen paten berjudul “Generating Personas with Multi-modal Adversarial Imitation Learning”, EA menjelaskan bahwa manual playtesting membutuhkan biaya tinggi dan waktu lama, terutama untuk game AAA. Dengan AI, proses ini bisa berlangsung jauh lebih cepat dan lebih murah dibandingkan menggunakan tenaga manusia.

Teknologi AI ini memungkinkan pengembang untuk mensimulasikan berbagai gaya bermain yang berbeda, seperti pemain kasual, hardcore, atau bahkan eksploratif. Dengan begitu, developer bisa menguji bagaimana berbagai tipe pemain akan berinteraksi dengan mekanisme game secara lebih akurat.

Menurut EA, dalam pengembangan game skala besar, playtesting bisa memakan waktu hingga enam bulan. Dengan agen AI, durasi tersebut bisa dipangkas secara signifikan tanpa mengurangi kualitas uji coba.

EA Kembangkan AI untuk Menggantikan Playtester, Masa Depan Industri Game Berubah?

Akankah Playtester Manusia Digantikan AI?

Meskipun inovasi ini terdengar menjanjikan, banyak gamer yang khawatir bahwa AI akan menggantikan peran manusia dalam proses QA dan playtesting.

EA sendiri telah beberapa kali mengembangkan paten serupa dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa mereka semakin serius dalam mengotomatiskan aspek-aspek krusial dari pengembangan game.

Di luar playtesting, EA juga telah mengembangkan sistem AI lain seperti pemandu personal dalam game untuk membantu pemain meningkatkan skill mereka, serta sistem otomatisasi animasi karakter dalam game.

Bagaimana menurut kamu? Apakah langkah EA ini akan membawa industri game ke level baru, atau justru menghilangkan kesempatan kerja bagi para playtester manusia?