Setelah sukses menarik perhatian saat peluncuran awal, Rise of the Ronin kini menghadapi tantangan besar dalam versi PC-nya. Game action RPG berlatar era Jepang abad ke-19 ini memang sempat mencatatkan penjualan mengesankan dan bahkan melampaui seri Nioh. Namun, performa porting ke PC yang buruk membuat reputasi tersebut sedikit tercoreng.
Sejak dirilis di Steam, banyak pemain mengeluhkan berbagai masalah teknis seperti frame rate yang tidak stabil, performa buruk meskipun menggunakan GPU kelas atas, serta bug yang mengganggu pengalaman bermain. Ulasan awal yang muncul sebelum peluncuran penuh sudah memberi sinyal buruk, dan keluhan dari pemain pun terus berdatangan setelah game resmi dirilis.
We are currently investigating reported issues for "Rise of the Ronin" Steam version.
Currently we are preparing a patch, which will be released 4/10 (Thu.), to fix or improve some of these issues.
We sincerely apologize for any inconveniences that you may have experienced.
— Team NINJA (@TeamNINJAStudio) April 3, 2025
Menanggapi situasi ini, Team Ninja akhirnya angkat bicara. Lewat pernyataan resmi di akun Twitter mereka, studio asal Jepang tersebut menyampaikan permintaan maaf secara tulus atas kondisi game di platform PC. Mereka mengakui banyaknya masalah teknis dan saat ini tengah mempersiapkan patch besar yang dijadwalkan rilis pada 10 April 2025.
Patch ini akan difokuskan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan performa game, terutama di perangkat high-end yang justru terkena dampak paling besar. Team Ninja menyatakan bahwa pembaruan ini diharapkan bisa membuat versi PC Rise of the Ronin lebih stabil dan layak dimainkan.

Meski begitu, sejumlah pemain juga menyebutkan bahwa beberapa masalah teknis mulai berkurang setelah update minor sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa perbaikan sedang berlangsung dan developer benar-benar mendengarkan feedback komunitas.
Rise of the Ronin menawarkan pengalaman eksplorasi dunia terbuka dengan sistem pertarungan khas Team Ninja yang kompleks dan menantang. Namun, semua potensi itu tak akan berarti banyak jika versi PC-nya tidak bisa dinikmati secara optimal. Tinggal kita lihat, apakah patch besar mendatang bisa membalikkan keadaan?

