Console, News, PC

Hideo Kojima Ungkap Rahasia di Balik Pengembangan Death Stranding 2: On the Beach

Menjelang perilisan Death Stranding 2: On the Beach pada 26 Juni 2025, Hideo Kojima membagikan wawasan eksklusif tentang konsep, filosofi, dan tantangan yang dihadapi selama proses pengembangan game ini dalam wawancaranya bersama PlayStation Blog Jepang. Sang maestro game ini mengungkapkan bagaimana tema “koneksi” kembali menjadi fokus utama dalam sekuel ini, tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih mendalam dan kompleks.

Filosofi Koneksi yang Lebih Dalam

Hideo Kojima Ungkap Rahasia di Balik Pengembangan Death Stranding 2: On the Beach

Dalam wawancara tersebut, Kojima menjelaskan bahwa konsep “koneksi” tidak hanya tentang menghubungkan wilayah-wilayah yang terpisah, tetapi juga merefleksikan hubungan antarmanusia di era modern. Ia mengakui bahwa tema besar ini semakin terasa relevan setelah pandemi COVID-19 melanda.

“Death Stranding pertama dirancang sebelum pandemi, namun realitas yang kita alami selama COVID membuat konsep keterhubungan ini terasa lebih nyata,” ujar Kojima. “Ketika dunia terpisah secara fisik, internet menjadi jembatan utama. Namun, saya juga melihat banyak orang mulai mengabaikan interaksi langsung, yang sebenarnya sangat penting.”

Pandangan tersebut menjadi inspirasi bagi Kojima untuk mengeksplorasi pertanyaan besar di Death Stranding 2: “Apakah seharusnya kita terkoneksi sedalam itu?” Sebuah refleksi filosofis yang ia tuangkan dalam alur cerita game ini.

Dari Meksiko hingga Australia, Dunia yang Lebih Luas dan Bebas

Hideo Kojima Ungkap Rahasia di Balik Pengembangan Death Stranding 2: On the Beach

Kojima juga mengungkapkan alasan memilih Meksiko dan Australia sebagai lokasi utama di Death Stranding 2: On the Beach. Menurutnya, Meksiko dipilih karena berbatasan langsung dengan United Cities of America (UCA), yang sudah dibangun oleh Sam di game pertama. Sementara itu, Australia dipilih karena memiliki geografi mirip Amerika dengan hamparan luas yang terbentang dari timur ke barat dan dikelilingi laut.

Tidak hanya sekadar menambah lokasi baru, Death Stranding 2 juga menghadirkan elemen gameplay yang lebih bebas dan dinamis. Pemain kini dapat menggunakan kendaraan seperti mobil dan motor sejak awal permainan, memperluas opsi eksplorasi yang lebih nyaman.

Monorel dan Evolusi Social Strand System (SSS)

Hideo Kojima Ungkap Rahasia di Balik Pengembangan Death Stranding 2: On the Beach

Kojima juga menyinggung pengembangan fitur Social Strand System (SSS) yang sukses di game pertama. Ia mengaku terkejut dengan antusiasme pemain dalam membangun infrastruktur seperti jalan raya yang masih terus dilakukan hingga lima tahun setelah game pertama dirilis.

Sebagai bentuk apresiasi, Death Stranding 2 kini menghadirkan fitur pembangunan monorel untuk mempermudah transportasi di area-area ekstrem. Hal ini diharapkan bisa mengakomodasi pemain yang gemar membangun jalur distribusi dan infrastruktur dalam game.

Pertanyaan Besar tentang Koneksi Manusia

Hideo Kojima Ungkap Rahasia di Balik Pengembangan Death Stranding 2: On the Beach

Menariknya, Kojima menyelipkan banyak simbolisme dalam game ini, termasuk perubahan logo Death Stranding 2: On the Beach. Jika di game pertama, tali-tali (strands) mengarah ke bawah yang melambangkan “membangun koneksi,” di sekuel kali ini tali-tali tersebut mengarah ke atas, seolah mempertanyakan ulang apakah koneksi yang dibangun selama ini benar-benar dibutuhkan.

“Apa artinya terkoneksi? Apakah kita seharusnya saling terkoneksi? Pertanyaan itu akan terjawab ketika kamu memainkan game ini,” tutup Kojima penuh teka-teki.

Siap Sambut Perjalanan Baru Sam Bridges?

Death Stranding 2: On the Beach akan dirilis secara eksklusif di PlayStation 5 pada 26 Juni 2025. Para pemain yang membeli edisi Collector’s atau Digital Deluxe akan mendapatkan akses lebih awal selama 48 jam sebelum peluncuran resmi.

Jadi, apakah kamu siap menjelajahi dunia baru bersama Sam dan menemukan jawaban dari makna koneksi yang sesungguhnya?