Console, News, PC

Chrono Odyssey Tuai Kritik Usai Closed Beta, Visual Dianggap Turun Jauh dari Versi Gameplay 2023 Lalu

Setelah sempat mencuri perhatian komunitas gamer global dengan trailer gameplay menawan di tahun 2023, Chrono Odyssey kini kembali ramai diperbincangkan. Namun sayangnya, bukan karena prestasi, melainkan karena penurunan kualitas visual yang signifikan pada versi closed beta yang baru saja dirilis.

Antusiasme Tinggi, Ekspektasi Juga Tinggi

Chrono Odyssey pertama kali diumumkan pada tahun 2021 sebagai game MMORPG open world yang menjanjikan dunia fantasi sinematik dan sistem pertarungan spektakuler. Ketika cuplikan gameplay resmi diperlihatkan di tahun 2023, banyak gamer menaruh harapan besar. Visual ultra-realistis, pencahayaan dramatis, serta animasi yang terlihat halus membuat game ini seolah siap bersaing dengan judul-judul AAA lain di konsol generasi terbaru.

Namun ketika versi closed beta akhirnya dapat diakses publik, kenyataan terasa jauh dari ekspektasi. Di Steam, beta ini sempat mencapai puncak jumlah pemain aktif mendekati 66 ribu, angka yang impresif untuk tahap uji coba tertutup. Tapi sayangnya, kualitas visualnya justru menimbulkan kekecewaan besar di kalangan pemain.

Visual yang Tak Seindah Janji Awal

Banyak pemain menyatakan bahwa tampilan dalam closed beta tidak mencerminkan kualitas yang pernah ditunjukkan dalam trailer 2023. Perbedaan kualitas dianggap sangat besar, mulai dari pencahayaan yang lebih flat, tekstur lebih kasar, hingga animasi yang terkesan generik. Beberapa pemain bahkan menyamakan situasi ini dengan “iklan game mobile yang menyesatkan.”

Komentar negatif pun membanjiri media sosial dan forum komunitas. Tak sedikit yang menuduh pengembang melakukan praktik false marketing, karena materi 2023 dinyatakan sebagai gameplay resmi, bukan sekadar cinematic. Beberapa pengguna ekstrem bahkan menyebut hal ini sebagai “dasar gugatan hukum.”

Masih Ada Waktu untuk Perbaikan

Meski mendapat gelombang kritik, penting untuk dicatat bahwa ini masih versi closed beta. Game ini belum memasuki tahap final, dan pengembang masih punya waktu untuk memperbaiki berbagai kekurangan. Chrono Odyssey sendiri dijadwalkan rilis pada akhir tahun 2025, memberi cukup ruang bagi tim pengembang untuk mendengarkan umpan balik komunitas.

Namun ada kekhawatiran lain yang juga mencuat: penggunaan stock animation atau animasi siap pakai yang tidak dipersonalisasi. Ini memberi kesan terburu-buru atau kurangnya polesan di sisi produksi, hal yang cukup disayangkan untuk game yang sebelumnya digadang-gadang sebagai MMORPG next-gen.

Antara Potensi dan Kenyataan

Chrono Odyssey masih memiliki potensi besar, baik dari konsep dunia, sistem pertarungan waktu (chrono-based), maupun dunia terbuka yang luas. Tapi potensi saja tidak cukup. Semua kini bergantung pada keputusan dan arah pengembangan dari tim developer.

Apakah mereka akan menjawab kritik dengan perbaikan nyata? Atau justru membiarkan ekspektasi pemain tenggelam dalam versi akhir yang mengecewakan?

Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu sudah mencoba versi beta-nya? Apakah perbedaannya terasa begitu mencolok?