Setelah sekian lama tenggelam dalam sejarah konsol lawas, Shin Megami Tensei: Devil Summoner – Raidou Kuzunoha vs. The Soulless Army kini hadir kembali dalam versi remaster bertajuk RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army. Atlus memutuskan untuk menghidupkan kembali salah satu sub-seri paling unik dalam jagat Shin Megami Tensei ke platform modern, termasuk Switch 2, PS5, dan PC. Tapi pertanyaannya: apakah remaster ini hanya sekadar tambal sulam, atau benar-benar layak dimainkan di era sekarang? Nah kebetulan JagoGame mendapatkan kesempatan dari SEGA untuk mengulas game ini dalam versi PC. Setelah memainkannya kurang lebih 10 jam, berikut impresi JagoGame yang mungkin bisa memberikan insight sebelum kamu membelinya. Yuk simak sama-sama berikut ini gaes!
Cerita Detektif Supernatural dengan Nuansa Episodik yang Bikin Ketagihan
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-1.jpg)
Bayangin kamu jadi detektif muda tapi juga summoner iblis. Itulah peran kamu sebagai Raidou Kuzunoha ke-14, anggota organisasi rahasia Yatagarasu yang ditugaskan menjaga Tokyo dari ancaman makhluk supranatural. Setting-nya? Jepang era Taisho 20, penuh nuansa klasik tapi dibumbui teknologi aneh dan kejadian supranatural yang bikin merinding.
Raidou nggak kerja sendiri—dia bareng agensi detektif Narumi dan partner iblis yang bisa kamu summon buat bantu investigasi. Mulai dari kasus penculikan misterius, orang hilang, sampai tentara tak bernyawa (yup, literally Soulless Army), kamu akan diajak menyelami konspirasi besar yang awalnya tersembunyi di balik kasus-kasus “remeh”.
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-2.jpg)
Yang bikin seru, alur ceritanya dibikin episodik kayak nonton seri TV. Setiap chapter punya misi yang tampaknya berdiri sendiri, tapi semua akan tersambung ke plot utama yang makin mind-blowing. Format ini bikin tiap sesi main selalu fresh—nggak ada tuh rasa “jalan-jalan doang, bosan!”
Dengan paduan gaya noir detektif, humor khas karakter demon, dan misteri supernatural, RAIDOU Remastered kasih pengalaman naratif yang beda banget dari JRPG pada umumnya. Buat kamu yang suka cerita dengan twist dan gaya penyampaian yang engaging, ini sih wajib coba!
Remaster yang Nggak Cuma Modal HD, Tapi Beneran Naik Level
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-3.jpg)
Kalau kamu kira RAIDOU Remastered cuma sekadar upgrade visual dari game PS2 lawas—stop dulu di situ. Remaster ini bukan cuma tempelan resolusi tinggi biar kelihatan kinclong di layar lebar. Atlus beneran niat kasih sentuhan modern, terutama di sisi gameplay yang sekarang jauh lebih solid dan seru!
Yang paling kerasa? Sistem pertarungannya. Kini kamu bisa bawa dua demon partner sekaligus ke dalam pertempuran, bikin kombo dan strategi makin fleksibel. Mekanik baru kayak Devil’s Bane dan Spirit Slash juga bikin tiap aksi punya bobot dan timing yang penting. Tambahin lagi dengan sistem “Sword Alchemy”, di mana kamu bisa crafting senjata baru dan dapetin skill tambahan yang bikin tiap senjata punya gaya main sendiri.
Nggak bisa lagi tuh asal button-mashing. Di sini, kamu harus pintar baca gerakan musuh, tukar demon secara real-time, dan pilih elemen yang pas buat counter. Boss fight jadi medan strategi, bukan cuma adu DPS doang.
Intinya? Ini remaster yang tahu apa yang fans lama mau, sambil tetap nyaman buat pemain baru. Jadi, siapin demon favoritmu dan masuk ke medan tempur—ini bukan game yang bisa kamu anggap remeh.
Presentasi Visual: Perpaduan Gaya Klasik dan Sentuhan Modern
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-5.jpg)
Salah satu hal yang paling mencolok (dan juga kontroversial) dari RAIDOU Remastered adalah soal visual. Versi original game ini di PS2 dulu punya tampilan khas banget—warna kusam, pencahayaan redup, dan vibe noir 1930-an ala film bisu. Nuansanya suram tapi artistik, cocok banget sama tema detektif supranaturalnya.
Tapi di versi remaster ini, Atlus memutuskan buat kasih sentuhan visual yang lebih modern. Warna jadi lebih cerah, lighting-nya lebih bersih, dan tampilannya lebih “pop” buat layar masa kini. Buat fans lama, ini mungkin agak bikin kecewa karena kesan klasiknya sedikit terkikis. Tapi kalau kamu baru pertama kali main, tampilannya jadi jauh lebih bersahabat dan nggak bikin mata capek.
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-12.jpg)
Yang layak diacungi jempol adalah model 3D karakter utamanya. Desain khas Kazuma Kaneko yang edgy dan detail bener-bener dihidupkan ulang dengan baik. Wajah Raidou, Narumi, dan para demon ikonik kelihatan ekspresif dan tajam—bikin tiap cutscene berasa hidup. Sayangnya, model karakter NPC biasa (alias warga random) masih kelihatan kayak sisa era Dreamcast, dan agak kontras sama kualitas karakter utama.
Meski begitu, secara keseluruhan, presentasi visual RAIDOU Remastered berhasil memadukan atmosfer klasik dengan kenyamanan modern. Klasik tapi nggak jadul. Modern tapi nggak kehilangan identitas.
Suara dan Musik: Hidupkan Atmosfer, Bikin Makin Nempel
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-10.jpg)
Salah satu upgrade paling terasa di RAIDOU Remastered adalah soal audio. Kalau dulu di versi PS2 kamu cuma bisa baca teks tanpa suara, sekarang game ini hadir dengan voice acting penuh, dan hasilnya bener-bener bikin cerita lebih hidup. Suara setiap karakter terasa pas dan punya karakter kuat—dari detektif Narumi yang tenang tapi sarkastik, sampai demon-demon nyentrik yang suka ngoceh nggak jelas tapi bikin ketawa. Mereka semua punya “suara” yang bikin tiap dialog lebih engaging.
Musiknya? Masih dipegang sama Shoji Meguro, komposer legendaris dari seri Persona dan SMT. Di sini, dia kembali dengan gaya khasnya—campuran jazz noir ala film detektif klasik dipadu dengan nuansa rock dan elektronik yang bikin atmosfer game ini makin kental. Musik latar saat investigasi bisa bikin kamu ngerasa lagi jadi detektif sungguhan, sementara soundtrack saat battle langsung nge-pump adrenalin.
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-6.jpg)
Ditambah lagi, efek suara lingkungannya juga oke. Mulai dari keramaian kota, langkah kaki di lorong gelap, sampai suara demon yang kadang nyeletuk random, semuanya memperkuat kesan dunia yang “hidup”. Buat kamu yang main pakai headset, audio game ini bisa jadi nilai plus besar yang bikin makin betah eksplorasi. Jadi, bukan cuma visual dan gameplay, tapi telingamu juga dimanjakan maksimal di versi remaster ini.
Eksplorasi dan Mekanika Dunia: Jadi Detektif Sekaligus Trainer Demon
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-8.jpg)
Selain adu jotos dan strategi di arena pertarungan, RAIDOU Remastered juga ngasih kamu banyak kesempatan buat eksplorasi kota. Di sinilah sisi “detektif beneran” dari game ini terasa banget. Kamu bakal keliling area demi area di Tokyo era Taisho buat ngobrol sama warga, nyari petunjuk, dan tentunya—pecahin berbagai teka-teki aneh.
Yang bikin beda dari game lain: demon kamu nggak cuma jadi mesin tempur, tapi juga partner investigasi. Ada demon yang bisa baca pikiran NPC (kadang lucu, kadang nyebelin), ada yang bisa bakar roh buat ngungkap info tersembunyi, bahkan ada yang bisa bantu kamu ngelewatin rintangan kayak air atau tempat tinggi. Jadi tiap demon punya fungsi unik yang bikin eksplorasi nggak cuma jalan-jalan doang, tapi juga strategi.
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-7.jpg)
Satu hal yang bikin game ini terasa klasik adalah penggunaan kamera fixed-angle—kayak di game Resident Evil zaman dulu. Buat pemain lama, ini bisa jadi nostalgia yang manis, tapi buat Gen Z yang biasa main third-person bebas, mungkin butuh adaptasi dikit. Tapi setelah terbiasa, kamu bakal sadar kalau gaya kamera ini justru bikin suasana misterius dan horor di beberapa area jadi makin kerasa.
Intinya, RAIDOU Remastered bukan cuma soal bertarung, tapi juga tentang jadi detektif iblis profesional dengan partner demon kece!
Performa Versi PC – Stabil, Ngebut, dan Siap Ngegas di PC Mid-High End
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-11.jpg)
Buat kamu para gamer PC yang penasaran, tenang—RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army nggak cuma cakep di konsol, tapi juga tampil prima di PC. Kami cobain game ini di spesifikasi cukup gahar:
CPU: AMD Ryzen 9 6900HS
GPU: NVIDIA GeForce RTX 3070 Ti
RAM: 32 GB DDR5
Storage: NVMe SSD 1 TB
Hasilnya? Gokil! Game ini jalan super mulus di 1440p dengan setting grafis mentok kanan, dan frame rate stabil di 120 fps dari awal sampai akhir. Nggak ada drama stuttering atau drop frame, bahkan pas pertarungan rame atau cutscene dramatis.
Loading screen? Nyaris nggak kerasa. Transisi area cuma butuh sekitar 1–2 detik—SSD beneran jadi penyelamat waktu. Visual efek juga tampil maksimal: pencahayaan dinamis, partikel magis demon, kabut misterius… semua berjalan tanpa bikin laptop kepanasan.
Penggunaan RAM juga enteng banget, rata-rata cuma di 8–9 GB. Jadi kalau kamu mau streaming atau rekam gameplay buat konten, masih aman banget.
Kesimpulannya, RAIDOU Remastered versi PC bukan sekadar port asal jadi—ini beneran dirombak biar optimal di hardware zaman sekarang. Siap nemenin kamu investigasi sambil summon demon dengan nyaman, tanpa gangguan teknis.
Ada Sedikit Catatan Kecil
Meski RAIDOU Remastered tampil memukau dan fun banget buat dimainkan, bukan berarti game ini bebas dari kekurangan. Ada beberapa hal yang mungkin bikin kamu agak “meh”:
Pertama, sistem menu saat pertarungan—terutama saat mau ganti demon atau senjata—masih terasa agak kaku. Harus navigasi beberapa tab, dan walau cepat, tetap aja bisa ganggu flow pertarungan.
Kedua, desain visual NPC biasa agak kurang konsisten. Saat karakter utama tampil detail dan ekspresif, NPC-nya justru terlihat seperti sisa era PS2—kontrasnya cukup terasa di layar HD.
Terakhir, buat kamu yang pernah main versi orisinal, perubahan warna dan pencahayaan di versi remaster ini mungkin terasa terlalu cerah dan kurang “vintage”. Nuansa gelap ala film noir-nya sedikit berkurang.
Tapi semua kekurangan ini nggak sampai bikin game-nya rusak. Justru perbaikan dari sisi gameplay, audio, dan performa bikin versi remaster ini tetap layak banget dicoba, baik untuk fans baru maupun lama.
Kesimpulan: Remaster yang Bukan Cuma Nostalgia, Tapi Evolusi
![[REVIEW] RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army (PC) – Detektif, Iblis, dan Gaya 1930-an dalam Balutan RPG Modern](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/06/REVIEW-RAIDOU-Remastered-The-Mystery-of-the-Soulless-Army-PC-4.jpg)
RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army adalah bukti nyata bahwa remaster bukan sekadar upaya menjual ulang nostalgia. Game ini berhasil membuktikan bahwa versi baru bisa jauh lebih relevan tanpa kehilangan jiwanya. Dengan sistem pertarungan yang disempurnakan, tampilan visual yang lebih modern, dan segudang fitur tambahan seperti voice acting serta dukungan demon kedua, game ini terasa fresh tanpa menghapus akar aslinya.
Buat kamu yang doyan cerita detektif supernatural ala anime noir, sistem pertarungan real-time dengan elemen strategis, dan suasana Jepang retro penuh nuansa, RAIDOU Remastered wajib masuk wishlist. Ini adalah RPG yang punya gaya, kedalaman, dan kepribadian yang beda dari JRPG mainstream lainnya.
Baik kamu fans lama SMT yang udah kangen sama Raidou, atau gamer baru yang penasaran dengan seri spin-off yang underrated ini, versi remaster ini layak banget dikasih kesempatan kedua. Dan siapa tahu, kalau game ini cukup sukses, Atlus bisa saja tergoda buat ngebangkitin Raidou 3. Jadi ya… mari kita nikmati dulu yang satu ini sambil berharap akan lebih banyak kejutan dari dunia Devil Summoner ke depannya.
Skor Keseluruhan: ⭐⭐⭐⭐☆ 4.3 / 5
| Kriteria | Rating (1–5) | Deskripsi |
|---|---|---|
| Cerita & Narasi | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Cerita detektif episodik yang seru dan penuh misteri. Struktur ala serial TV bikin pace-nya konsisten dan engaging, meskipun tidak terlalu emosional atau filosofis. |
| Sistem Pertarungan | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Aksi real-time dengan strategi solid. Penambahan demon kedua, sistem Devil’s Bane & Spirit Slash, bikin gameplay lebih dalam dan menantang, walau menu switching kadang agak kaku. |
| Desain Karakter | ⭐⭐⭐⭐☆ (4) | Desain karakter ikonik khas Kazuma Kaneko tampil tajam dan ekspresif. Sayangnya, NPC biasa terlihat cukup kontras dan kurang detail. |
| Visual & Art Direction | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Remaster hadir lebih cerah dan modern. Meskipun menghilangkan nuansa film bisu orisinal, tetap terasa artistik. Model karakter utama standout, meski NPC agak tertinggal. |
| Audio & Musik | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Shoji Meguro delivers again! Musik jazz-rock yang khas memperkuat atmosfer detektif noir. Voice acting baru juga menghidupkan karakter. |
| Durasi & Pacing | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Progress game terasa mulus dan bebas filler. Misi episodik memberi rasa variasi tanpa mengorbankan narasi utama. |
| Inovasi & Orisinalitas | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Campuran unik antara JRPG aksi, misteri detektif, dan latar Jepang retro-futuristik. Segar dan beda dari RPG kebanyakan. |

