Microsoft Gaming resmi mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang telah diprediksi sejak minggu lalu. Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Microsoft untuk menyederhanakan struktur organisasi dan memfokuskan diri pada area pertumbuhan strategis.
Salah satu unit yang terdampak cukup signifikan adalah King, studio pengembang Candy Crush Saga dan anak perusahaan Activision. King akan memangkas sekitar 10% dari tenaga kerjanya, setara dengan 200 karyawan. Selain itu, beberapa kantor Microsoft Gaming di Eropa, termasuk ZeniMax Media—studio induk dari Bethesda—juga akan menghadapi pengurangan staf.

Di Amerika Serikat, pengumuman jumlah posisi yang akan terdampak di setiap kantor masih menunggu pemberitahuan resmi kepada masing-masing unit. Ini menjadi PHK besar keempat yang dilakukan oleh Microsoft Gaming dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.
Secara keseluruhan, Microsoft diperkirakan akan memangkas sekitar 4% dari total tenaga kerjanya secara global, atau sekitar 9.000 orang, menurut laporan dari Variety. Namun, sejauh ini belum diketahui berapa jumlah pasti pegawai Microsoft Gaming yang akan terdampak secara keseluruhan.
Pernyataan Resmi dari CEO Microsoft Gaming

Dalam memo internal yang dibagikan kepada seluruh tim, Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming, menyampaikan bahwa keputusan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang divisi Gaming.
“Untuk memposisikan divisi Gaming agar tetap sukses dalam jangka panjang, kami akan mengurangi atau mengakhiri beberapa aktivitas bisnis serta menyederhanakan struktur manajemen agar lebih gesit dan efektif,” ujar Spencer.
Ia menegaskan bahwa meskipun industri game tengah berada pada titik pertumbuhan tinggi, dengan lebih banyak pemain dan jam bermain dibandingkan sebelumnya, langkah ini tetap perlu diambil sebagai bagian dari strategi prioritas jangka panjang.
Spencer juga menekankan bahwa PHK ini bukan mencerminkan kualitas kerja atau dedikasi individu yang terdampak, melainkan keputusan strategis perusahaan. Bagi karyawan yang terdampak, Microsoft berjanji memberikan paket kompensasi, dukungan kesehatan, serta bantuan pencarian kerja. Mereka juga didorong untuk melamar posisi terbuka di Microsoft Gaming dengan prioritas khusus dalam proses seleksi.
Dampak Industri
PHK ini menjadi sorotan besar di industri game global, terutama setelah akuisisi besar Microsoft terhadap Activision Blizzard yang rampung pada 2023. Meski tengah berada dalam masa ekspansi, langkah efisiensi ini menunjukkan adanya penyesuaian fokus dan prioritas internal perusahaan.
Microsoft berharap, dengan strategi yang lebih tajam dan fokus pada peluang terbesar, mereka dapat terus menghadirkan game dan pengalaman bermain terbaik untuk generasi mendatang.

