Franchise Prince of Persia sudah lama dikenal sebagai pionir dalam menghadirkan platforming yang menekankan kecepatan, akrobatik, dan ketepatan gerakan. Kini, dengan tangan dingin Evil Empire—studio yang juga sukses lewat Dead Cells—sang Pangeran kembali dalam format roguelite berjudul The Rogue Prince of Persia. Game ini resmi meninggalkan fase early access dan hadir dalam versi 1.0, menawarkan campuran parkour yang lincah, pertarungan cepat, serta cerita orisinal yang mencoba menampilkan sisi baru dari karakter ikonik ini.
Namun, apakah game ini mampu berdiri sejajar dengan mahakarya roguelite lainnya? Mari kita bahas lebih dalam berikut ini gaes!
Cerita Baru dengan Sentuhan Waktu
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-1.jpg)
Berbeda dengan game-game Prince of Persia sebelumnya yang cenderung linear, The Rogue Prince of Persia memulai kisahnya dengan cukup dramatis. Pangeran berhadapan dengan King Noai, pemimpin bangsa Hun. Pertarungan berlangsung sengit, namun sang Pangeran kalah telak dan hampir meregang nyawa. Beruntung, ia diselamatkan oleh sosok misterius bernama Pachchi, sekaligus diberkahi sebuah bola ajaib yang memungkinkannya kembali ke masa lalu setelah kematian.
Inilah alasan naratif yang menjelaskan struktur roguelite: setiap kali Pangeran gagal, ia bisa mengulang dari awal dengan membawa pengalaman dan sebagian progres. Narasi ini berfungsi sebagai penggerak utama untuk menjelajahi berbagai biome, mencari petunjuk, dan merekrut sekutu baru yang bisa membantu perjuangan.
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-2.jpg)
Meski alurnya relatif sederhana, ada momen yang terasa membingungkan. Misalnya, ketika pemain sudah melihat saudara Pangeran berubah menjadi bos korup di satu run, tetapi pada run berikutnya game tetap menyajikan “penemuan” bahwa ia diculik sebagai kejutan baru. Inkonsistensi seperti ini membuat ilusi pilihan pemain sedikit terganggu.
Atmosfer dan Karakter Pendukung
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-3.jpg)
Salah satu elemen menarik adalah keberadaan karakter sekutu yang bisa ditemui di setiap run, seperti Sucra si pandai besi yang mengolah cetak biru menjadi senjata. Kehadiran mereka memberi variasi dan motivasi baru untuk terus menjelajahi biome berbeda.
Komentar Pangeran tentang lokasi, kenangan masa lalu, dan sejarah dunia memang sudah ada, namun terasa datar. Jika dialog dan ekspresi karakter lebih digali, narasi personal Pangeran bisa terasa lebih hidup dan emosional.
Pertarungan: Antara Tradisi dan Inovasi
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-8.jpg)
Roguelite identik dengan pertarungan yang padat aksi, dan di sinilah The Rogue Prince of Persia mencoba menonjolkan ciri khasnya. Pangeran dibekali berbagai senjata, mulai dari Tibar yang berat, Royal Sword untuk kombo cepat, hingga serangan spesial dengan efek unik seperti dash menembus musuh atau racun jarak jauh.
Perbedaan utama dibanding Dead Cells ada pada mekanik vaulting dan kick. Alih-alih berguling melewati musuh, Pangeran bisa melompati kepala mereka untuk melakukan serangan udara atau menendang musuh ke arah jebakan. Elemen ini memberi nuansa baru, memaksa pemain memanfaatkan lingkungan sebagai bagian dari strategi.
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-4.jpg)
Sayangnya, sistem senjata terasa sedikit terbatas. Tidak ada slot senjata utama kedua seperti di Dead Cells. Sebagai gantinya, pemain mendapat alat tambahan (bow, chakram, hingga senjata bos) yang menggunakan energi khusus. Energi ini diisi dengan serangan melee, sehingga alur pertarungan selalu kembali ke senjata utama.
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-5.jpg)
Medalion sebagai buff pasif juga terkesan terlalu sederhana. Alih-alih sistem build kompleks dengan kombinasi stat seperti di Dead Cells, medallion di sini hanya memberi bonus dasar (damage lebih tinggi, efek racun, dll.). Beberapa sinergi memang ada, namun variasinya jauh lebih terbatas.
Progresi dan Skill
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-7.jpg)
Seperti roguelite pada umumnya, progres jangka panjang hadir dalam bentuk skill permanen. Pemain bisa menginvestasikan poin untuk mendapatkan bonus klasik seperti nyawa lebih besar, potion tambahan, atau revive sekali setelah mati ala Hades. Sistem ini memang membuat setiap run terasa lebih progresif, tetapi di sisi lain juga lebih aman dan kurang menantang dibanding sistem build eksperimental di roguelite lain.
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-9.jpg)
Parkour: Bintang Utama Gameplay
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-11.jpg)
Jika ada satu hal yang membuat game ini benar-benar bersinar, itu adalah sistem parkournya. Wall run, dash di udara, hingga lompatan akrobatik menjadi inti dari eksplorasi dan pertarungan. Saat pemain berhasil masuk ke “flow state”—bergerak mulus dari satu dinding ke dinding lain sambil menebas musuh dan menghindari jebakan—rasanya sangat memuaskan.
Meski begitu, tidak semuanya sempurna. Ada momen di mana wall run terasa agak lambat, atau vaulting meleset karena posisi musuh yang canggung. Namun, secara keseluruhan level design mendukung gaya permainan ini dengan sangat baik. Biome penuh jebakan, gergaji, lantai runtuh, dan spike yang menguji refleks pemain.
Biome juga cukup bervariasi, dari aqueduct yang hancur dengan seluncuran air, Grand Academy dengan mesin-mesin rumit, hingga taman banjir penuh tanaman mutan. Masing-masing lokasi punya pacing pas: cukup luas untuk dieksplorasi, namun tidak terlalu panjang hingga terasa repetitif.
Presentasi Visual dan Audio
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-12.jpg)
Secara visual, The Rogue Prince of Persia menampilkan gaya animasi yang hidup. Lingkungan penuh detail, latar belakang dinamis, dan warna-warna vibrant menjadikan dunia Persia terasa segar. Meski bukan realistis, estetika animasinya konsisten dan enak dipandang.
Musik garapan Assad menjadi salah satu kekuatan besar. Komposisi epik bercampur nuansa Timur Tengah membuat setiap run terasa intens sekaligus megah. Rasanya tidak berlebihan jika soundtrack game ini masuk nominasi penghargaan musik game tahun ini.
Replay Value: Masih Bisa Ditingkatkan
Satu perbedaan mencolok dibanding roguelite populer lain adalah orientasi The Rogue Prince of Persia yang lebih fokus pada penyelesaian cerita. Walau ini memberi arah jelas bagi pemain, sisi replay value agak terbatas. Setelah narasi selesai, motivasi untuk kembali bermain tidak sekuat game sejenis yang menawarkan variasi build tanpa henti.
Namun, bukan berarti game ini kehilangan daya tarik. Dengan fondasi gameplay solid, ada potensi besar bagi Evil Empire untuk menambah konten pasca-rilis—baik lewat update, ekspansi, atau DLC—mirip dengan perjalanan panjang Dead Cells yang berhasil tumbuh menjadi salah satu roguelite legendaris.
Kesimpulan
![[REVIEW] The Rogue Prince of Persia: Parkour, Pertarungan, dan Narasi Baru dalam Balutan Roguelite](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/09/REVIEW-The-Rogue-Prince-of-Persia-Parkour-6.jpg)
The Rogue Prince of Persia adalah eksperimen berani yang membawa waralaba klasik ini ke ranah roguelite. Dari sisi parkour, traversal, dan presentasi, game ini berhasil menghadirkan pengalaman segar yang tidak dimiliki pesaing lain. Pertarungan terasa memuaskan meski sistem progresi dan variasi build masih di bawah standar roguelite terbaik.
Narasi sederhana namun penuh potensi, ditambah atmosfer Persia yang digarap dengan detail, membuat game ini tetap layak dicoba, terutama bagi penggemar Prince of Persia maupun pecinta roguelite.
Apakah game ini sudah mencapai level “legendaris”? Belum. Tapi dengan update dan perbaikan berkelanjutan, potensinya sangat besar. Untuk saat ini, The Rogue Prince of Persia bisa disebut sebagai roguelite yang solid, menantang, dan indah dipandang, meski belum sempurna.
Skor Keseluruhan: ⭐⭐⭐⭐☆ 4.3 / 5
| Kriteria | Rating (1–5) | Deskripsi |
|---|---|---|
| Cerita & Narasi | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Kisah baru Pangeran melawan bangsa Hun dengan elemen roguelite. Narasi cukup solid, meski beberapa inkonsistensi dialog dan “kejutan” terasa kurang rapi. |
| Sistem Pertarungan | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Kombinasi senjata, vaulting, dan pemanfaatan lingkungan terasa segar. Pertarungan cepat dan menantang, meski variasi build masih terbatas dibanding roguelite lain. |
| Parkour & Traversal | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Wall run, dash udara, dan flow parkour jadi bintang utama gameplay. Level design mendukung eksplorasi akrobatik, meski kadang interaksi terasa kurang presisi. |
| Visual & Art Direction | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Gaya animasi penuh warna dengan detail lingkungan yang indah. Biome berbeda terasa unik, walau beberapa ruangan kosong agak mengurangi atmosfer. |
| Audio & Musik | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Musik epik bernuansa Timur Tengah karya Assad sangat memikat, ditambah efek suara pertarungan yang imersif. |
| Replay Value & Pacing | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Run terasa intens dengan pacing pas di tiap biome. Fokus cerita membuat replay value lebih rendah dibanding roguelite lain, tapi tetap memberi motivasi untuk progresi. |
| Inovasi & Konten Tambahan | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Inovasi pada traversal dan mekanik vaulting sukses memberi identitas baru. Namun sistem medallion dan progresi build masih butuh dipoles agar lebih variatif. |

