News, PC, Tekno & Gadget

Harga PC dan Laptop Diprediksi Akan Naik Drastis; Produsen Tak Berdaya di Tengah Kenaikan Harga Memori

Kenaikan harga komponen memori saat ini menjadi isu yang semakin mencemaskan di industri teknologi. Memori yang kian mahal akibat kelangkaan pasokan dan permintaan yang tinggi, kini mempengaruhi berbagai sektor, termasuk konsol game dan perangkat PC. Bahkan, harga PS5 Pro kini lebih murah dibandingkan dengan 64GB memori DDR5, yang menggambarkan betapa seriusnya masalah ini.

Sebuah laporan terbaru dari ZDNet Korea mengungkapkan bahwa produsen perangkat keras, baik untuk gaming maupun komputer, merasa tak berdaya menghadapi krisis ini. Para produsen mengakui bahwa mereka tak bisa banyak berbuat mengenai lonjakan harga komponen yang tak terhindarkan ini.

Krisis memori ini tidak hanya akan berdampak pada perangkat gaming dan kartu grafis (GPU), tetapi juga akan menyebabkan kenaikan harga pada laptop, PC, dan perangkat konsumen lainnya. Seperti yang dilaporkan, beberapa produsen bahkan telah mengungkapkan bahwa produk yang diproduksi setelah Oktober ini sudah dijual dengan harga di bawah biaya produksi, yang berarti kerugian. Hal ini tak bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

 Harga PC dan Laptop Diprediksi Akan Naik Drastis; Produsen Tak Berdaya di Tengah Kenaikan Harga Memori

Laporan tersebut memperkirakan bahwa harga berbagai produk bisa naik hingga 20% pada tahun depan. Produsen juga diperkirakan akan terus berjuang untuk mengamankan pesanan memori dan SSD di tengah kelangkaan pasokan. Sumber dari rantai pasokan menyatakan bahwa dengan peningkatan harga komponen inti seperti memori dan SSD, produsen tidak punya pilihan selain menaikkan harga produk baru minimal 20%.

Laptop dan PC menjadi dua produk yang paling terpengaruh oleh fluktuasi pasar ini. Sebagai alternatif, beberapa perusahaan tengah mempertimbangkan untuk menggunakan memori yang lebih murah, seperti modul DDR5 buatan China, namun solusi ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk diterapkan.

Lebih lanjut, sumber yang sama menyebutkan bahwa masalah ini kemungkinan besar tidak akan sepenuhnya teratasi hingga tahun 2028. Dengan prediksi tersebut, para ahli menyarankan agar pembeli mempertimbangkan untuk membeli laptop atau PC sekarang juga, sebelum harga terus melonjak.

Kenaikan harga memori yang terus berlanjut ini tentu akan memberi dampak besar bagi konsumen yang berencana membeli perangkat baru dalam waktu dekat. Oleh karena itu, jika kamu sedang mempertimbangkan untuk membeli laptop atau PC baru, sekarang mungkin adalah waktu yang tepat sebelum harga-harga tersebut meningkat lebih tajam.