Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi iQOO di Indonesia. Brand yang berada di bawah naungan vivo ini tidak lagi sekadar dikenal sebagai penantang di segmen performa, melainkan mulai menegaskan identitasnya sebagai pemain utama yang berani menetapkan standar baru. Melalui rangkaian peluncuran produk yang konsisten dan terstruktur, iQOO menunjukkan keseriusannya dalam menjawab kebutuhan pengguna yang semakin bergantung pada performa tinggi—baik untuk gaming, produktivitas, hingga konsumsi konten.

Sepanjang 2025, iQOO menghadirkan lima perangkat dengan rentang harga luas, mulai dari kelas Rp2 jutaan hingga flagship premium. Pendekatan ini mencerminkan strategi inklusif: menghadirkan pengalaman performa tinggi ke berbagai lapisan pasar tanpa kehilangan DNA utama iQOO. Konsumen tidak lagi dipaksa memilih antara harga terjangkau dan performa, karena iQOO berusaha menghadirkan keduanya secara seimbang.
Langkah awal iQOO di tahun ini dibuka oleh iQOO Z10, yang langsung mencuri perhatian berkat baterai raksasa 7.300mAh dan mencetak rekor MURI. Menariknya, kapasitas baterai besar tersebut tidak mengorbankan performa, berkat penggunaan Snapdragon 7s Gen 3 yang efisien. Strategi ini menunjukkan arah pengembangan iQOO: menghadirkan solusi nyata untuk kebutuhan penggunaan intensif harian.

Di kelas sub-flagship, iQOO Neo 10 mempertegas reputasi iQOO sebagai brand performa dengan pencapaian signifikan. Perangkat ini menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan Snapdragon 8s Gen 4, sekaligus mencatatkan rekor MURI sebagai smartphone sub-flagship pertama yang mampu menjalankan game hingga 144 fps. Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa performa kelas atas kini tidak lagi eksklusif untuk segmen flagship.
iQOO juga semakin agresif memperluas jangkauan ke segmen menengah dan entry-level. iQOO Z10 Lite hadir sebagai opsi smartphone Rp2 jutaan dengan fitur yang biasanya ditemukan di kelas lebih tinggi, seperti layar AMOLED 120Hz, baterai 6.000mAh dengan Bypass Charging, serta sertifikasi ketahanan IP68 dan IP69. Sementara itu, iQOO Z10R melengkapi lini Z Series dengan chipset Dimensity 7360-Turbo, baterai 6.500mAh, dan layar AMOLED 120Hz di kelas Rp3 jutaan.

Puncak strategi iQOO sepanjang 2025 ditandai oleh peluncuran iQOO 15, flagship generasi terbaru yang menjadi smartphone pertama di Indonesia dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Lebih dari sekadar peningkatan spesifikasi, iQOO 15 memperkenalkan pendekatan baru terhadap performa flagship. Kombinasi Supercomputing Chip Q3, layar 2K M14 LEAD™ OLED Display dengan teknologi polarizer-free pertama di dunia, serta baterai 7.000mAh BlueVolt Battery menunjukkan fokus iQOO pada performa berkelanjutan, bukan hanya angka di atas kertas.
iQOO 15 juga menjadi perangkat pertama iQOO yang langsung menjalankan OriginOS 6. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelancaran performa hingga lima tahun penggunaan melalui Origin Smooth Engine, sekaligus menawarkan fitur produktivitas modern seperti Seamless Cross Device Connectivity dan Office Kit for Mac. Pendekatan ini menandakan pergeseran iQOO menuju ekosistem yang lebih matang.

Dengan fondasi produk yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta respons pasar yang positif, iQOO memasuki 2026 bukan lagi sebagai brand penantang, melainkan sebagai salah satu penentu arah baru smartphone berperforma tinggi di Indonesia. Kompetisi yang semakin ketat pun berpotensi menghadirkan keuntungan terbesar bagi konsumen—dan iQOO tampaknya siap memimpin perubahan tersebut.

