Console, News, PC

Era Baru Xbox: Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Resmi Jadi CEO Microsoft Gaming!

Kabar mengejutkan sekaligus emosional datang dari raksasa industri game, Microsoft. CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, mengumumkan keputusannya untuk pensiun yang akan berlaku efektif pada 23 Februari mendatang. Bersamaan dengan kabar tersebut, Sarah Bond yang selama ini menjabat sebagai Presiden dan Chief Operating Officer Xbox juga telah resmi mengundurkan diri.

Melalui email internal yang dikirimkan kepada staf Microsoft, CEO Microsoft Satya Nadella mengonfirmasi transisi kepemimpinan yang masif ini. Nadella secara khusus mengucapkan terima kasih atas dedikasi Spencer selama 38 tahun berkarier di Microsoft, termasuk 12 tahun masa jabatannya dalam memimpin divisi Gaming. Nadella menyebut bahwa Spencer telah berhasil melipatgandakan ukuran bisnis hingga hampir tiga kali lipat dan membentuk strategi perusahaan melalui deretan akuisisi besar seperti Activision Blizzard, ZeniMax, dan Minecraft.

Spencer, yang memulai perjalanannya di Microsoft sebagai anak magang pada bulan Juni tahun 1988, menyatakan bahwa ia akan tetap berada di posisi penasihat hingga musim panas untuk mendukung kelancaran transisi. Ia juga mengonfirmasi kepergian Sarah Bond, serta mengapresiasi perannya yang sangat instrumental dalam memperluas Xbox Game Pass, cloud gaming, dan peluncuran perangkat keras baru.

Penerus Tahta Xbox dan Promosi Besar

Era Baru Xbox: Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Resmi Jadi CEO Microsoft Gaming!

Posisi puncak CEO Microsoft Gaming kini resmi dipercayakan kepada Asha Sharma. Sebelumnya, Sharma menjabat sebagai Presiden produk CoreAI di Microsoft. Ia juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang mentereng sebagai Chief Operating Officer di Instacart dan Vice President di Meta.

Selain Sharma, Matt Booty yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Xbox Game Studios juga mendapatkan promosi. Booty kini diangkat menjadi Executive Vice President dan Chief Content Officer. Di bawah kepemimpinannya, Microsoft Gaming telah berkembang pesat hingga menaungi hampir 40 studio yang mengelola franchise raksasa seperti Halo, Fallout, Call of Duty, hingga Diablo. Terkait masa depan studionya, Booty memastikan bahwa saat ini tidak ada perubahan struktur organisasi yang sedang dilakukan untuk studio-studio mereka.

Visi “Anti-AI Slop” dari Sang CEO Baru

Dalam email perdananya kepada tim, Asha Sharma langsung tancap gas dengan menegaskan tiga komitmen utamanya untuk masa depan Microsoft Gaming:

  • Fokus pada Game Hebat: Sharma berjanji akan memberdayakan studio yang ada, berinvestasi pada waralaba ikonik, dan berani mengambil risiko untuk mendukung ide-ide baru.

  • Kebangkitan Xbox: Ia ingin menegaskan kembali komitmen perusahaan kepada para penggemar akar rumput konsol Xbox, sekaligus memastikan ekosistem Xbox terasa mulus saat berekspansi ke ranah PC, mobile, dan cloud.

  • Masa Depan Bermain: Sharma menegaskan bahwa seiring berkembangnya teknologi AI, Microsoft tidak akan membanjiri ekosistem mereka dengan konten AI yang tidak bernyawa (soulless AI slop) hanya demi efisiensi jangka pendek. Ia sangat menekankan bahwa game akan selalu menjadi karya seni yang diciptakan oleh manusia.

Melalui cuitannya, Phil Spencer berpamitan kepada industri dan menyatakan bahwa ia akan terus mendukung tim sebagai pemain dan penggemar Xbox yang paling bangga. Happy retirement, P3!