Mantan Bos Blizzard Kritik Nintendo Switch 2: Terlalu Mahal, Performa Masih Lemah

Setelah berbagai bocoran dan rumor selama setahun terakhir, Nintendo akhirnya resmi mengumumkan Switch 2. Konsol generasi terbaru ini dijadwalkan rilis pada minggu pertama bulan Juni dengan harga $449 (sekitar Rp7 jutaan). Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat, harga tersebut justru menuai kritik, termasuk dari salah satu tokoh industri gim terkenal.

Mike Ybarra, mantan petinggi Blizzard Entertainment, secara terang-terangan menyebut bahwa Switch 2 bukan pilihan menarik baginya. Dalam cuitannya di platform X (Twitter), ia menyebut harga konsol tersebut terlalu tinggi untuk performa yang belum juga meningkat secara signifikan, terutama dalam hal frame rate yang masih tergolong rendah.

Mantan Bos Blizzard Kritik Nintendo Switch 2: Terlalu Mahal, Performa Masih Lemah

“Saya cuma main Mario dan Zelda di sana. Sekarang harganya naik, frame tetap rendah, harga gim $80, dan lainnya. Saya pilih tetap main di PC dan skip Nintendo dulu,” tulis Ybarra.

Komentar Ybarra muncul setelah Nintendo mengumumkan bahwa gim seperti Mario Kart World akan dibanderol $80 di Switch 2. Ia juga memperingatkan agar tidak mudah percaya pada klaim performa konsol sebelum hasil tes dari pengembang pihak ketiga benar-benar dirilis.

Menurut Ybarra, meski Switch 2 membawa sejumlah peningkatan, daya komputasi konsol ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan konsol modern lainnya, terutama dalam hal dukungan resolusi 4K 60FPS yang belum konsisten.

Switch 2 memang membawa sejumlah pembaruan, termasuk dukungan gim besar seperti Elden Ring, namun isu harga dan performa tetap jadi perbincangan hangat. Dengan potensi harga yang bisa semakin naik akibat tarif baru di AS, pertanyaannya kini: apakah spesifikasi Nintendo Switch 2 benar-benar sebanding dengan harganya?