Strategi eksklusivitas yang selama ini menjadi ciri khas PlayStation perlahan mulai bergeser. Dalam beberapa tahun terakhir, Sony secara bertahap merilis game-game andalannya ke platform PC. Kini, momen bersejarah itu resmi terjadi: seluruh judul yang pernah tampil dalam iklan bertajuk ‘Only on PlayStation’ kini telah tersedia di PC.
Penantian terakhir berakhir ketika The Last of Us Part 2 akhirnya dirilis ke PC. Game besutan Naughty Dog ini merupakan sekuel dari IP survival yang sangat diakui secara kritis, dan sekaligus menjadi judul terakhir dalam deretan eksklusif yang akhirnya “menyeberang” ke platform lain. Sebelumnya, game ini pertama kali dirilis di PlayStation 4 pada 2020, dan baru kini mendapatkan port ke PC.

Iklan ‘Only on PlayStation’ sempat menampilkan deretan game top seperti God of War, Ghost of Tsushima, Days Gone, Horizon Zero Dawn, Marvel’s Spider-Man, dan tentunya The Last of Us. Kini, semuanya telah bisa dinikmati oleh gamer PC, menandakan pergeseran besar dalam strategi distribusi Sony.
Langkah ini dilakukan Sony sebagai bagian dari transformasi menuju strategi multiplatform, dengan mempertimbangkan tingginya biaya produksi game AAA saat ini. Meski demikian, Sony masih fokus pada ekspansi ke PC saja, tidak seperti Xbox yang lebih terbuka dengan lintas platform, termasuk merilis game ke PlayStation.
Namun, keberhasilan strategi ini masih jadi tanda tanya. Meski hype-nya tinggi, The Last of Us Part 2 versi PC hanya mencatat 23 ribu pemain aktif secara bersamaan di hari peluncurannya. Angka ini tergolong rendah, dan bisa jadi disebabkan oleh keterbatasan akses regional serta isu teknis.
Kini pertanyaannya, apakah keputusan Sony untuk menghapus batas eksklusivitas akan membawa dampak jangka panjang yang positif, atau justru mengurangi daya tarik platform PlayStation itu sendiri?

