Indonesia bersiap menjadi pusat perhatian dunia esports dengan menjadi tuan rumah Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025 Jakarta. Ajang bergengsi yang mempertemukan 18 tim Free Fire terbaik dari seluruh dunia ini tidak hanya menyajikan kompetisi tingkat tinggi, tetapi juga menghadirkan kolaborasi kreatif lintas sektor yang memadukan esports dengan seni, musik, dan budaya Indonesia.
Panggung Dunia, Identitas Lokal

Garena Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menjadikan FFWS Global Finals 2025 sebagai lebih dari sekadar turnamen. Berbagai seniman muda kreatif tanah air dilibatkan untuk membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global.
Kolaborasi tersebut menggandeng nama-nama besar seperti Weird Genius yang meramu ulang musik khas Free Fire dengan sentuhan lokal, Guru Batik yang menghadirkan motif batik modern ke dalam skin gim, Muklay dengan karakter visualnya yang ikonik, serta Tahilalats yang menampilkan humor segar melalui animasi pendek dan konten komik.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa momentum ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan industri kreatif Indonesia ke dunia. “Dengan menghadirkan batik dalam Free Fire, kita membuktikan bahwa budaya tradisional bisa relevan di era digital. Inisiatif ini adalah bentuk diplomasi budaya yang memperkuat posisi Indonesia di panggung global,” ujarnya.
Sinergi Esports dan Industri Kreatif
Dari sisi penyelenggara, Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia, menyebut bahwa terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kapasitas Indonesia di bidang esports.
“FFWS Global Finals 2025 Jakarta adalah kebanggaan bangsa. Kami ingin menegaskan bahwa ekosistem esports Indonesia inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberi dampak positif bagi industri kreatif digital,” jelasnya.
Melalui keterlibatan talenta kreatif, dunia dapat melihat bahwa Indonesia memiliki budaya yang kuat sekaligus inovatif. Kolaborasi lintas sektor ini membuka ruang bagi seniman, kreator, dan pelaku industri kreatif untuk menunjukkan potensi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi komunitas.
Kreativitas Anak Muda Menyapa Dunia

Para seniman muda yang terlibat pun menyampaikan antusiasme mereka.
Weird Genius menyebut musik sebagai “bumbu” yang membuat esports lebih hidup. Dengan remix bernuansa lokal, mereka yakin audiens global akan merasakan kebanggaan terhadap musik Indonesia.
Guru Batik, atau Dheni Nugroho, melihat kolaborasi ini sebagai cara memberi “napas baru” bagi batik agar lebih relevan bagi generasi muda.
Muklay menekankan peluang besar bagi seniman lokal untuk menampilkan karya mereka di hadapan jutaan pemain Free Fire di seluruh dunia.
Sementara Tahilalats melihat esports sebagai medium efektif menjangkau audiens internasional melalui humor yang absurd namun relatable.
Tak hanya sebatas karya visual dan musik, hasil kolaborasi juga diwujudkan dalam bentuk nyata. Guru Batik menghadirkan skin batik gratis untuk seluruh pemain Free Fire, Muklay menciptakan karakter eksklusif yang juga akan dijadikan merchandise resmi, sementara Tahilalats menyiapkan konten promosi berbalut humor khas Indonesia untuk meramaikan ajang ini.
Dampak Nyata bagi Generasi Muda
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial. “Esports membuka peluang baru bagi anak muda, bukan hanya sebagai pemain atau penonton, tetapi juga sebagai kreator dan inovator. Melalui FFWS Global Finals 2025 Jakarta, mereka bisa menunjukkan karya, membangun jaringan, bahkan membuka peluang usaha baru,” jelasnya.
Hal ini membuktikan bahwa esports kini bukan lagi sekadar kompetisi, melainkan juga menjadi ekosistem yang menumbuhkan kreativitas dan membuka jalur ekonomi baru.
Selebrasi Global di Jakarta
FFWS Global Finals 2025 Jakarta akan berlangsung pada 31 Oktober – 15 November 2025, dengan Grand Finals di Indonesia Arena. Sebanyak 18 tim terbaik dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Amerika Latin akan bertarung memperebutkan gelar juara dunia Free Fire.
Ajang ini bukan hanya tentang perebutan trofi, tetapi juga selebrasi budaya, kreativitas, dan sportivitas. Dengan kombinasi kompetisi kelas dunia dan karya anak bangsa, Indonesia menegaskan dirinya sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif global.
Melalui FFWS Global Finals 2025 Jakarta, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa esports bukan sekadar hiburan digital, melainkan medium inovasi yang mampu menyatukan seni, musik, budaya, dan teknologi. Ajang ini menjadi simbol bagaimana generasi muda Indonesia bisa berkreasi, berinovasi, dan bersinar di panggung internasional.
Ikuti perkembangan terbaru seputar Free Fire Esports ID di kanal YouTube, Facebook, TikTok, Instagram, dan situs resmi. Dan jangan lupa, segera unduh Free Fire di Apple App Store atau Google Play Store untuk merasakan langsung pengalaman yang semakin kaya dengan sentuhan budaya Indonesia.

