Industri gaming di Indonesia kembali membuktikan taringnya di panggung internasional! Agate, salah satu pengembang game terbesar di Asia Tenggara, menutup tahun 2024 dengan pencapaian gemilang berkat game RIFTSTORM yang sukses mencuri perhatian dunia. Game ini berhasil masuk dalam Steam Global Trending Free selama tiga hari berturut-turut pada Oktober 2024. Nggak main-main, ini jadi pencapaian besar yang bikin bangga.
RIFTSTORM adalah proyek kolaborasi Agate dengan Confiction Labs. Game multiplayer co-op top-down action looter shooter ini berhasil memikat hati gamer dari seluruh dunia lewat playtest Alpha ketiga. Dari awalnya hanya ratusan pemain di playtest pertama, jumlah concurrent user di playtest ketiga melonjak jadi lebih dari 1.200 pemain dari 130 negara! Amerika, Eropa, dan Asia Timur jadi wilayah dengan jumlah pemain terbanyak.
CEO Agate, Shieny Aprilia, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bukan cuma soal tampilan game yang keren, tapi juga soal pengalaman bermain yang immersive. “Kami berusaha menciptakan game yang bisa dinikmati semua kalangan, dengan gameplay yang menarik dan sesuai ekspektasi pemain global,” ujar Shieny. Hasilnya? RIFTSTORM mendapatkan 92% ulasan positif di Steam. Mantap banget!

RIFTSTORM sendiri punya konsep yang unik. Pemain bakal berperan sebagai agen rahasia yang bertarung melawan makhluk supranatural. Ada enam karakter dengan kemampuan khusus yang bisa dipilih pemain, dan tiap misi menawarkan pengalaman berbeda karena pemain bisa menyesuaikan strategi sesuai musuh yang dihadapi. Ini bikin game nggak cepat membosankan dan selalu ada tantangan baru di tiap sesi permainan.
Arief Widhiyasa, CEO Confiction Labs, menambahkan bahwa mereka nggak cuma pengen bikin game yang seru dimainkan, tapi juga memberdayakan pemain. “Visi kami adalah menciptakan game yang memungkinkan pemain jadi kreator dan kolaborator, bukan sekadar penonton,” ungkap Arief. Pendekatan ini bikin RIFTSTORM jadi lebih dari sekadar game — ini adalah platform kolaborasi kreatif.
Tapi nggak cuma berhenti di situ. Agate juga mulai ekspansi ke wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara dengan menggandeng Red Dunes Games buat proyek baru, Blades of Mirage. Selain itu, mereka juga fokus ngembangin talenta lokal lewat Agate Academy yang jumlah pesertanya naik dua kali lipat tahun ini, dari 765 jadi lebih dari 1.500 orang.
Melihat semua pencapaian ini, jelas bahwa Agate nggak cuma sekadar bikin game, tapi juga membawa misi besar buat mengangkat industri gaming Indonesia ke level dunia. 2025 bakal jadi tahun yang menarik buat ditunggu. Siapa tahu, game buatan Indonesia bakal jadi hits di panggung global. Stay tuned!

