Dalam lautan game RPG yang sering kali terjebak dalam klise—cerita pembuka yang membosankan, karakter generik, dan gameplay yang terasa repetitif—Clair Obscur: Expedition 33 hadir sebagai hembusan angin segar yang berani melawan arus. Game ini adalah debut ambisius dari Sandfall Interactive, sebuah studio indie asal Prancis yang dibentuk oleh para veteran industri game, dan diterbitkan oleh Kepler Interactive, publisher yang juga dikenal berani mengangkat judul-judul kreatif dengan pendekatan artistik yang kuat.
Pertama kali diumumkan dengan trailer sinematik yang mencuri perhatian pada pertengahan 2024, Clair Obscur langsung menarik perhatian gamer dan media berkat gaya visualnya yang surealis dan narasi yang menjanjikan kedalaman emosional. Sekarang, setelah resmi dirilis, game ini membuktikan bahwa semua hype itu bukan sekadar omong kosong.
JagoGame.id telah memainkan game ini selama lebih dari 10 jam via Game Pass versi PC, dan setiap menitnya dipenuhi dengan kejutan, aksi strategis, serta kisah menyentuh yang terus membuat kami terpaku di depan layar. Penasaran seperti apa? Lalu, apakah game ini layak kamu coba mainkan? Simak ulasan singkat yang telah JagoGame.id buat berikut ini yuk gaes!
Awal Tanpa Basa-Basi, Langsung Menggigit
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-1.jpg)
Banyak RPG memulai petualangan dengan teks panjang dan narasi berat yang menjelaskan dunia secara mendetail, kadang sampai membuat pemain baru merasa kewalahan sebelum aksi dimulai. Clair Obscur: Expedition 33 mengambil pendekatan sebaliknya—dan itu justru menjadi kekuatannya. Game ini tidak repot-repot memberi tutorial bertele-tele atau “bab pengantar” yang membosankan. Sebaliknya, kamu langsung dilempar ke dunia Lumière yang suram, penuh teka-teki, dan terancam oleh entitas misterius bernama The Paintress.
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-14.jpg)
Tanpa banyak penjelasan, kamu akan langsung menyadari betapa ganjil dan mencekamnya sistem hidup dalam dunia ini. Setiap tahun, The Paintress menuliskan angka di puncak sebuah pilar batu raksasa—angka yang menentukan umur maksimum penduduk. Ketika angka itu turun, waktumu habis. Premis ini sederhana tapi sangat kuat, membangun rasa urgensi dan tekanan sejak awal permainan.
Kamu akan mengikuti perjalanan ekspedisi ke-33, yang diyakini sebagai usaha terakhir untuk menghentikan kutukan ini. Dan yang membuatnya makin menarik, misteri tersebut bukan sekadar latar belakang—tetapi menjadi inti emosional dan filosofis dari seluruh permainan. Sebuah pembukaan yang bukan hanya imersif, tapi juga benar-benar menggigit.
Cerita yang Personal dan Emosional
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-18.jpg)
Kalau kamu tipe gamer yang suka skip cutscene, mungkin kali ini kamu akan berpikir dua kali. Clair Obscur: Expedition 33 menyajikan cerita yang bukan hanya menyentuh—tapi juga terasa relevan, hangat, dan surprisingly relatable. Meski dibungkus dalam dunia fantasi surealis, kisah yang dibawa sangat manusiawi: tentang hidup yang terbatas, rasa takut akan kematian, harapan yang nyaris punah, dan tekad untuk tetap maju meski peluang nyaris nol.
Ekspedisi ke-33 bukan sekadar misi menyelamatkan dunia, tapi juga perjalanan personal para karakter yang bergabung di dalamnya. Masing-masing punya alasan, luka, dan keinginan sendiri yang bikin mereka terasa nyata—bukan hanya NPC pelengkap. Menariknya, game ini berhasil membangun koneksi emosional tanpa harus menggunakan flashback panjang atau drama berlebihan. Semuanya disampaikan melalui interaksi yang alami, dialog yang tulus, dan momen hening yang bermakna.
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-49.jpg)
Yang paling keren? Game ini paham cara menyeimbangkan nada. Saat kamu mulai larut dalam kesedihan, tiba-tiba muncul satu dialog atau situasi yang absurd, lucu, bahkan heartwarming. Rasanya seperti nonton film A24 versi interaktif—penuh layers, tapi tetap asyik buat dinikmati. Bagi generasi milenial dan Gen Z yang doyan cerita emosional tapi gak bertele-tele, Expedition 33 adalah salah satu pengalaman naratif terbaik tahun ini.
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-122.jpg)
Penasaran bagaimana kisah dari kru Ekspedisi ke-33? Pastikan kamu memainkan Clair Obscur: Expedition 33 untuk bisa tahu cerita lengkapnya ya!
Sistem Pertarungan Turn-Based yang Menyegarkan
Kalau kamu masih mengira game turn-based itu pelan, ngebosenin, dan tinggal tekan tombol auto-battle, Clair Obscur: Expedition 33 akan segera mematahkan asumsi itu. Game ini menghadirkan sistem pertarungan turn-based yang aktif, cepat, dan penuh aksi, bikin kamu terus waspada dari awal sampai akhir.
Yang bikin beda? Game ini memadukan strategi khas RPG dengan mekanik timing-based combat ala Mario RPG, di mana kamu harus menekan tombol di saat yang tepat untuk menghindar, memblokir, atau melakukan counter serangan musuh. Mekanisme ini juga mengingatkan pada gaya pertarungan di Metaphor: ReFantazio, dengan perpaduan aksi dan strategi yang membuat tiap giliran terasa hidup. Tapi Clair Obscur punya keunggulan tersendiri—ia berhasil membuat semua aksi itu terasa lebih intens, lebih cepat, dan lebih seru.
Setiap musuh punya pola dan gaya serangan unik. Kamu harus membaca pergerakan mereka, bereaksi cepat, dan memilih skill dengan cermat. Saat kamu berhasil melakukan counter sempurna, kamu akan disambut dengan animasi spektakuler dan damage besar yang memuaskan—mirip rasa puas saat menaklukkan lagu tersulit di game rhythm.
Ada satu titik di pertengahan game yang memperkenalkan mekanik baru lewat twist cerita. Memang cukup bikin frustrasi di awal, tapi begitu kamu memahami konteksnya, perubahan itu justru memberikan kedalaman dan makna tambahan yang bikin pertarungan terasa makin personal.
Buat gamer yang haus tantangan, Clair Obscur menyajikan pertarungan turn-based dengan sensasi real-time yang nggak bisa kamu temukan di RPG kebanyakan.
Variasi Karakter: Rumit tapi Berwarna
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-283.jpg)
Salah satu kekuatan utama dari Clair Obscur: Expedition 33 adalah keberagaman gaya bertarung setiap karakter. Tapi di balik kelebihannya, ada tantangan tersendiri. Setiap anggota party punya mekanik unik—mulai dari cara serangan, skill khusus, hingga pola pertahanan yang berbeda total satu sama lain. Buat kamu yang suka main aman dan mengandalkan satu pola permainan, bersiaplah keluar dari zona nyaman.
Di satu sisi, ini bisa terasa sedikit membingungkan di awal. Terutama saat kamu harus mengingat kombinasi skill yang tepat dan bagaimana sinerginya dengan karakter lain di tengah-tengah pertarungan intens. Tapi di sisi lain, variasi ini bikin setiap pertempuran terasa segar dan tak terduga. Kamu tidak bisa asal spam satu strategi—karena yang berhasil di satu musuh, belum tentu berhasil di musuh berikutnya.
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-269.jpg)
Justru di sinilah letak keseruannya. Expedition 33 memaksa kamu untuk berpikir, bereksperimen, dan menyesuaikan diri secara dinamis. Apalagi buat gamer milenial dan Gen Z yang udah terbiasa dengan gameplay fleksibel ala Genshin Impact atau Persona 5, pendekatan ini terasa akrab tapi juga penuh tantangan baru.
Intinya, semakin kamu memahami karakter-karakter ini, semakin rewarding pengalaman bertarung yang kamu dapat. Karena di dunia yang keras seperti Lumière, kemampuan adaptasi bukan cuma opsi—itu adalah kunci untuk bertahan hidup.
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-263.jpg)
Visual dan Suara yang Puitis
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-306.jpg)
Kalau kamu tipe gamer yang bisa jatuh cinta cuma dari atmosfer, maka Clair Obscur: Expedition 33 wajib masuk radar kamu. Game ini bukan cuma soal pertarungan dan cerita yang emosional, tapi juga tentang bagaimana dunia Lumière dibangun dengan estetika yang unik dan penuh jiwa. Visualnya menggabungkan elemen surealis, gelap, dan artistik—seperti lukisan hidup yang melankolis dan misterius. Area pembuka yang terasa seperti berada di dasar laut langsung menetapkan tone visual yang dramatis dan memukau.
Meskipun beberapa area selanjutnya tak selalu menyamai keajaiban visual awal, eksplorasi tetap terasa segar dan penuh kejutan. Satu kekurangan kecil adalah minimnya navigasi atau peta, yang kadang bikin kamu nyasar tanpa arah. Tapi buat kamu yang suka eksplor dan nggak masalah jalan muter-muter, ini malah jadi petualangan tersendiri.
Musiknya? Gila. Piano minimalis, vokal haunting, dan sound design yang atmosferik membuat pengalaman bermain terasa sangat emosional. Saat eksplorasi, musiknya lembut dan reflektif, tapi ketika kamu masuk ke pertarungan, soundtrack-nya langsung berubah menjadi intens dan berenergi tinggi, bikin jantung deg-degan. Untuk kamu para gamer yang menghargai pengalaman audiovisual seutuhnya, Clair Obscur benar-benar memanjakan mata dan telinga.
Panjang yang Pas, Tanpa Pengulangan
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-298.jpg)
Salah satu hal paling menyegarkan dari Clair Obscur: Expedition 33 adalah bagaimana game ini tahu kapan harus berhenti. Di saat banyak RPG modern terjebak dalam ambisi “game ratusan jam” yang dipenuhi grinding dan side quest gak penting, Expedition 33 memilih pendekatan yang lebih fokus, efisien, dan bermakna. Ini bukan game yang mencoba pamer durasi. Sebaliknya, setiap menit yang kamu habiskan di sini benar-benar terasa berarti.
Kamu nggak akan dipaksa jalan muter-muter demi fetch quest tanpa ujung. Nggak ada sistem leveling berlebihan yang bikin kamu harus ngulang-ngulang pertarungan cuma biar cukup kuat melawan boss selanjutnya. Narasinya padat, ritmenya mantap—tahu kapan harus bikin kamu tegang, kapan bikin kamu mikir, dan kapan kasih kamu ruang buat napas.
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-308.jpg)
Panjang gamenya? Pas. Nggak terlalu pendek sampai bikin kecewa, tapi juga nggak bikin kamu mikir, “Kapan ini kelar?” Buat gamer yang hidupnya sibuk tapi tetap pengen main game berkualitas, Clair Obscur adalah RPG yang tepat sasaran. Ini bukan sekadar soal jumlah jam main, tapi soal pengalaman yang utuh, intens, dan gak nyisain rasa bosan di akhir. Kadang, less is more—dan game ini bukti nyatanya.
Performa Teknis: Stabil, Lancar, dan Siap DLSS 4
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-313.jpg)
Untuk aspek teknis, JagoGame.id memainkan Clair Obscur: Expedition 33 menggunakan laptop dengan spesifikasi berikut:
CPU: AMD Ryzen 9 6900HS
GPU: NVIDIA GeForce RTX 3070 Ti
RAM: 32 GB
Penyimpanan: SSD 1 TB
Dengan setup ini, game berjalan sangat mulus tanpa hambatan berarti, bahkan saat memasuki area dengan efek visual kompleks dan pertarungan penuh animasi. Performa stabil di resolusi tinggi (1440p) dengan refresh rate konstan di atas 60 FPS sepanjang permainan.
Setelah menginstal update driver NVIDIA terbaru yang mendukung DLSS 4, peningkatan performa makin terasa signifikan. DLSS 4 membantu menjaga frame rate tetap tinggi sekaligus mempertahankan kualitas visual terbaik, terutama di cutscene dengan partikel efek berat dan eksplorasi lingkungan artistik yang detail.
Game ini juga menunjukkan waktu loading yang sangat cepat, berkat optimalisasi di SSD. Transisi antar area, menu, dan pertarungan berlangsung instan tanpa stutter atau delay.
Secara keseluruhan, dari segi teknis, Clair Obscur tampil sangat solid—baik dari stabilitas performa, visual fidelity, maupun responsivitas kontrol.
Kesimpulan: Game RPG yang Patut Jadi Acuan
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-291.jpg)
Clair Obscur: Expedition 33 bukan sekadar RPG biasa—ini adalah perpaduan antara seni, cerita, dan sistem gameplay yang dirancang dengan hati, menghasilkan pengalaman bermain yang benar-benar berbeda dari kebanyakan judul sejenis. Game ini terasa seperti surat cinta untuk era keemasan RPG turn-based, tapi dibungkus dalam pendekatan yang lebih modern, lebih dinamis, dan lebih emosional.
Narasinya menyentuh, tapi nggak cengeng. Karakternya punya kedalaman, tapi nggak dibuat-buat. Sistem pertarungannya menantang, tapi tetap fun dan engaging. Bahkan dunia Lumière yang surealis dan penuh misteri pun terasa hidup, seolah kamu sedang menjelajahi karya seni interaktif yang dipenuhi dengan simbol, filosofi, dan pesan kemanusiaan.
Buat kamu yang sudah lelah dengan RPG berjam-jam yang hanya penuh grinding dan side quest tak bermakna, Expedition 33 menawarkan sesuatu yang padat, fokus, tapi tetap memuaskan. Ini adalah bukti bahwa genre turn-based belum usang—ia hanya butuh nafas baru yang berani bereksperimen dan tidak takut tampil beda. Di tengah pasar yang dibanjiri game open-world generik dan live service tanpa jiwa, Clair Obscur hadir sebagai RPG yang langka dengan jiwa yang besar. Game ini akan meninggalkan kesan yang kuat bahkan setelah kamu menyelesaikannya.
Skor Keseluruhan: ⭐⭐⭐⭐☆ 4.3 / 5
| Kriteria | Rating (1–5) | Deskripsi |
|---|---|---|
| Cerita & Narasi | ⭐⭐⭐⭐⭐ (5) | Cerita emosional dan filosofis dengan pacing solid, karakter yang relatable, serta worldbuilding unik yang kuat dari awal hingga akhir. |
| Sistem Pertarungan | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Turn-based aktif dengan mekanik timing ala Mario RPG & Metaphor: ReFantazio yang membuat pertarungan terasa hidup dan menantang. |
| Desain Karakter | ⭐⭐⭐⭐☆ (4) | Tiap karakter memiliki gaya main unik, memberi kedalaman dan variasi, meski sedikit membingungkan saat awal mempelajari sinerginya. |
| Visual & Art Direction | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Visual surealis, artistik, dan atmosferik. Gaya desain seperti lukisan hidup yang memperkuat nuansa emosional game. |
| Audio & Musik | ⭐⭐⭐⭐☆ (4) | Soundtrack piano dan vokal haunting menciptakan mood yang tepat, didukung combat theme yang membangkitkan adrenalin. |
| Durasi & Pacing | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Panjang game terasa pas, bebas repetisi dan grinding berlebih. Setiap momen terasa punya bobot tanpa filler. |
| Inovasi & Orisinalitas | ⭐⭐⭐⭐☆ (4) | Perpaduan genre klasik dan ide modern terasa fresh, menjadikan RPG turn-based kembali relevan untuk generasi sekarang. |
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-31.jpg)
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-41.jpg)
![[REVIEW] Clair Obscur: Expedition 33 – Game RPG Turn Based yang Hampir Sempurna](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/05/REVIEW-Clair-Obscur-Expedition-33-286.jpg)

