Tahun 2025 jadi momen penting bagi Digital Happiness, studio game horor asal Bandung yang namanya sudah mendunia lewat seri DreadOut. Dalam acara tahunan mereka bertajuk DHXP 2025 Showcase, berbagai judul baru dan update menarik diumumkan secara eksklusif. Dari proyek nostalgia yang di-remaster, game eksperimental 2D, kolaborasi dengan konten kreator horor, hingga pengumuman besar DreadOut 3—semuanya diperkenalkan langsung oleh tim kreatif mereka dalam presentasi penuh semangat.
Berikut adalah rangkuman lengkap dari seluruh pengumuman dan pembaruan dalam DHXP 2025 Showcase yang telah JagoGame.id rangkum:
1. DreadOut Remaster Collection Kini Hadir di Steam
Setelah sempat eksklusif di konsol seperti PlayStation 4, PlayStation 5, dan Nintendo Switch, DreadOut Remaster Collection akhirnya hadir juga di Steam. Koleksi ini memuat dua game klasik dari Digital Happiness: DreadOut dan DreadOut: Keepers of the Dark, yang kini tampil lebih modern dengan peningkatan kualitas visual, dukungan kontroler, dan kompatibilitas dengan Steam Deck.
Lebih dari sekadar porting biasa, koleksi ini dihadirkan untuk memperluas akses pemain lintas platform agar dapat menikmati ulang kisah Linda, remaja SMA yang tersesat dalam dunia supernatural penuh misteri. Untuk merayakan rilisnya di Steam, game ini dibuka dengan diskon peluncuran sebesar 30%.
2. DreadHaunt Dapatkan Mode Baru: Assault Mode
Game multiplayer horor DreadHaunt, hasil kolaborasi antara Digital Happiness, Agate, dan Dark Product, juga mendapatkan sorotan besar. Dalam update terbarunya, DreadHaunt memperkenalkan Assault Mode—mode permainan baru yang menghadirkan pendekatan first-person shooter.
Berbeda dari gameplay deception sosial sebelumnya, Assault Mode memungkinkan pemain bermain sendiri atau bersama tim (co-op) untuk memburu dan menghancurkan entitas supernatural. Dalam mode ini, pemain bisa memilih berbagai agen lengkap dengan kostum baru, serta memanfaatkan dukungan AI bot untuk membantu misi.
Update ini menandai arah baru yang lebih dinamis dan aksi untuk DreadHaunt, sekaligus memperluas variasi gameplay yang ditawarkan.
3. Jurnal Risa: Dark Destiny – Horor Indonesia dalam Format Visual Novel
Salah satu pengumuman paling mengejutkan datang dari kolaborasi antara Digital Happiness dan tim YouTube horor populer, Jurnal Risa. Bersama, mereka mengembangkan game visual novel berjudul Jurnal Risa: Dark Destiny.
Dengan genre visual novel dan pengisi suara dari para anggota asli Jurnal Risa, game ini menjanjikan pengalaman interaktif yang mendalam dan personal. Pemain akan dibawa ke dalam cerita misterius penuh pilihan, menghadapi fenomena gaib yang menyeramkan, serta menyelami sisi manusiawi dari para karakter yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan dunia spiritual.
Uniknya, proyek ini juga dirancang agar menghadirkan suasana yang lebih “hangat” dan autentik—diwarnai narasi khas Risa Saraswati dan sentuhan visual 2D yang artistik. Versi demo game ini dijadwalkan hadir dalam Steam Next Fest edisi Juni 2025.
4. Broomstick Exorcis – Eksperimen Seru di Dunia 2.5D
Digital Happiness dikenal sebagai studio dengan spesialisasi game 3D, namun di DHXP 2025 mereka mengejutkan fans dengan proyek 2.5D berjudul Broomstick Exorcis.
Game ini mengusung genre side-scrolling hack and slash dengan dunia monokrom yang unik. Pemain akan mengendalikan Vika, seorang karakter pembasmi hantu yang menggunakan sapu sakti sebagai senjata utamanya. Dengan animasi bergaya hand-drawn, game ini dibuat menggunakan Clip Studio Paint dan dikembangkan dengan Unreal Engine.
Meskipun awalnya hanya proyek eksperimental, tim merasa puas dengan hasilnya dan memutuskan untuk merilisnya sebagai full game. Jika semua berjalan lancar, rilis resminya akan dilakukan dalam waktu dekat.
5. DreadOut 3 – Kelanjutan Saga Linda (Rilis Tahun 2026)
Tentu saja, puncak dari seluruh presentasi adalah pengumuman resmi bahwa DreadOut 3 tengah dalam pengembangan. Game ini akan melanjutkan perjalanan karakter ikonik Linda Meilinda, yang kini tampil lebih dewasa dan mantap sebagai penjaga kegelapan. Digital Happiness menegaskan bahwa mereka akan tetap mempertahankan elemen khas dari seri DreadOut—yaitu gameplay survival horror dengan penggunaan kamera smartphone sebagai senjata melawan entitas gaib.
Beberapa fokus utama yang diusung untuk DreadOut 3 adalah:
Narasi dan atmosfer horor yang lebih dalam dan claustrophobic.
Eksplorasi dunia non-linear seperti pada DreadOut 2 namun lebih padat dan fokus.
Visual fidelity tinggi berkat penggunaan Unreal Engine 5, namun tetap optimal di berbagai perangkat.
Kekayaan budaya Indonesia sebagai inspirasi utama untuk desain hantu, mitos, dan lokasi.
Target rilis game ini adalah tahun 2026, dan saat ini pengembangan sedang berjalan aktif.
Tambahan: Diskon Spesial & Ajakan Wishlist
Sebagai bagian dari perayaan DHXP 2025, seluruh game Digital Happiness, baik yang lama maupun baru, saat ini sedang mendapatkan diskon khusus di Steam hingga 24 Mei 2025. Ini jadi momen yang tepat bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh dunia horor khas Indonesia lewat karya-karya mereka.
Jangan lupa juga untuk wishlist semua judul yang baru diumumkan, seperti Jurnal Risa: Dark Destiny, Broomstick Exorcis, dan DreadOut 3, agar kamu tidak ketinggalan update dan pengumuman penting di masa mendatang.
Sebuah Showcase yang Personal, Inklusif, dan Penuh Energi
Yang membuat DHXP 2025 Showcase terasa spesial bukan hanya deretan gamenya, tapi juga suasana presentasi yang hangat dan personal. Para pengembang, artis, hingga voice actor dari tiap game tampil langsung untuk menceritakan proses kreatif mereka—membuka ruang diskusi soal tantangan, ide, dan mimpi mereka di balik layar.
Dari komentar tentang teknologi engine baru, curhat seputar proyek pertama mereka, sampai keinginan untuk membawa representasi karakter Asia (terutama perempuan) lebih jauh ke ranah global—semuanya memperlihatkan bahwa Digital Happiness bukan hanya studio game, tapi komunitas kreatif yang ingin menyampaikan cerita dengan caranya sendiri.
Dengan lima judul dan pembaruan besar yang diumumkan di DHXP 2025, Digital Happiness membuktikan bahwa mereka terus berkembang, bereksperimen, dan menggali warisan budaya lokal untuk dijadikan pengalaman interaktif bagi gamer di Indonesia dan dunia.
Buat kamu pencinta horor, indie, maupun penggemar kisah supernatural lokal—semua game ini wajib masuk radar kamu. Entah itu nostalgia lewat DreadOut, merinding lewat Jurnal Risa, atau siap-siap mabar di DreadHaunt, satu hal yang pasti: industri game Indonesia semakin hidup dan menginspirasi.
Terus pantau kabar terbaru di JagoGame.id dan follow Digital Happiness di Steam serta media sosial mereka. Karena ini baru permulaan—dan horor lokal masih punya banyak kisah untuk diceritakan.

