Satu lagi kabar mengejutkan datang dari dunia game, khususnya dari ZeniMax Online Studios, pengembang di balik The Elder Scrolls Online (ESO). Proyek game MMORPG terbaru dengan kode nama “Blackbird” resmi dibatalkan di tengah gelombang PHK massal di Microsoft Gaming, seperti dilaporkan oleh Jason Schreier dari Bloomberg.
Proyek Ambisius yang Terhenti
“Blackbird” telah dikembangkan sejak tahun 2018 dan menjadi proyek besar pertama dari ZeniMax Online Studios sejak perilisan The Elder Scrolls Online pada 2014. Game ini sempat menjadi harapan baru bagi komunitas pecinta MMORPG karena digadang-gadang akan membawa pendekatan dan dunia baru di luar semesta Elder Scrolls.
Namun, akibat penyesuaian strategi internal di Microsoft Gaming—termasuk restrukturisasi dan pengurangan staf—proyek ini resmi dihentikan, meskipun telah berjalan selama lebih dari lima tahun.
Keputusan ini menjadi bagian dari gelombang efisiensi yang juga memengaruhi banyak studio di bawah naungan Microsoft, termasuk King (pengembang Candy Crush) dan ZeniMax Media.
Presiden Studio Turut Mengundurkan Diri

Tak lama setelah kabar pembatalan proyek “Blackbird” muncul, Matt Firor, Presiden ZeniMax Online Studios, mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pesan resmi kepada komunitas, Firor menyampaikan bahwa ia akan resmi meninggalkan posisinya akhir Juli 2025, setelah mengabdi selama lebih dari 18 tahun.
“Studio dan The Elder Scrolls Online akan berada di tangan yang hebat bersama Jo Burba sebagai kepala studio baru, didampingi oleh Susan Kath sebagai produser eksekutif, dan Rich Lambert sebagai game director,” ujar Firor.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun tidak lagi terlibat dalam pengembangan, ia tetap menjadi bagian dari komunitas ESO dan akan terus mendukung game tersebut sebagai pemain.
Masa Depan The Elder Scrolls Online
Meskipun proyek “Blackbird” dibatalkan, pengembangan dan dukungan untuk The Elder Scrolls Online akan tetap berjalan. Dengan tim kepemimpinan baru, ZeniMax Online Studios dipastikan akan terus mengembangkan konten baru dan ekspansi untuk mempertahankan komunitasnya yang solid dan aktif.
Keputusan ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi industri game saat ini, di mana bahkan proyek ambisius dan veteran industri pun tidak luput dari restrukturisasi dan perubahan arah bisnis.

