Call of Duty kembali dengan seri terbaru berjudul Black Ops 7, yang menghadirkan kelanjutan dari timeline ikonik Black Ops 2. Berlatar 10 tahun setelah peristiwa yang terjadi di seri tahun 2012, Activision berharap game ini dapat memikat penggemar lama sekaligus menarik minat pemain baru. Namun, bukannya penuh antusiasme, trailer terbaru Black Ops 7 justru dipenuhi kritik tajam dari komunitas gamer.
Trailer Jadi Sorotan Negatif
Sejak dirilis, trailer Black Ops 7 sudah ditonton lebih dari 13 juta kali di YouTube. Namun, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan antusiasme positif. Faktanya, video ini kini tercatat dengan 124 ribu dislike, sementara jumlah like hanya berada di angka 30 ribu. Angka dislike sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena data tersebut berasal dari ekstensi pihak ketiga, mengingat YouTube telah menutup akses publik untuk jumlah dislike sejak 2021.
Fenomena ini membuat Black Ops 7 menjadi salah satu seri Call of Duty dengan penerimaan awal terburuk dalam satu dekade terakhir. Bahkan, beberapa pengamat menyebutkan bahwa situasi ini mengingatkan pada kontroversi Call of Duty: Infinite Warfare yang dulu juga kalah pamor dibanding Battlefield 1.
Komentar Netizen: Battlefield 6 Lebih Menjanjikan

Selain dislike yang membludak, kolom komentar di YouTube dan media sosial dipenuhi suara kekecewaan. Banyak penggemar mengungkapkan bahwa mereka lebih tertarik dengan Battlefield 6, yang baru-baru ini menggelar fase beta dan langsung mencatat 20 juta pemain.
Seorang pengguna bernama Southpaw3020 bahkan menulis:
“Ini malah bikin saya langsung pre-order Battlefield 6.”
Banyak komentar serupa menilai Battlefield lebih inovatif dan segar, sedangkan Black Ops 7 dianggap tidak menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru.
Call of Duty Masih Percaya Diri
Meski kritik datang bertubi-tubi, pihak Activision tampak tetap optimistis. Eksekutif Call of Duty menyatakan bahwa waralaba ini memiliki basis penggemar setia yang membuatnya tetap kuat di pasar, meskipun menghadapi kritik keras.
Namun, reaksi negatif yang begitu besar tentu menjadi sinyal penting. Industri game saat ini semakin kompetitif, dan dibandingkan masa lalu, pemain kini lebih kritis terhadap kualitas serta inovasi yang ditawarkan sebuah game.
Tantangan Berat Menanti Black Ops 7

Dengan perilisan resmi yang akan datang di akhir tahun ini, Black Ops 7 menghadapi tantangan besar. Kompetisi dari Battlefield 6 yang semakin agresif bisa membuat dominasi Call of Duty di genre first-person shooter tergeser.
Banyak yang mempertanyakan apakah Activision mampu membalikkan persepsi buruk ini sebelum game dirilis. Mengingat popularitas Battlefield 6 dan derasnya komentar negatif untuk Black Ops 7, jelas bahwa tahun ini persaingan di pasar FPS akan berlangsung sangat ketat.
Black Ops 7 seharusnya menjadi momen nostalgia yang membangkitkan kenangan manis penggemar lama. Namun, awal yang penuh kritik ini bisa jadi pertanda sulit bagi Activision. Pada akhirnya, kualitas gameplay, cerita, serta inovasi yang ditawarkan akan menjadi faktor penentu apakah Call of Duty masih layak mempertahankan posisinya sebagai raja FPS dunia.
Bagaimana menurut kamu? Apakah Black Ops 7 masih layak ditunggu, atau kamu lebih memilih menaruh harapan pada Battlefield 6?

