Console, News

Harga Konsol PS5 Aman, Tapi Sony Berencana “Monetisasi” Pemain Lebih Agresif? Siap-Siap Rogoh Kocek!

Ada kabar yang sedikit melegakan sekaligus bikin was-was bagi komunitas PlayStation. Di tengah lonjakan harga komponen hardware—terutama RAM—yang gila-gilaan akibat krisis chip berbasis AI, Sony tampaknya enggan menaikkan harga konsol PlayStation 5 (PS5) secara langsung. Namun, mereka punya strategi lain yang mungkin tidak akan disukai oleh 92,2 juta basis pengguna PS5 saat ini.

Mengutip halaman Automaton-media.com, dalam laporan keuangan terbarunya, CFO Sony, Lin Tao, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana untuk “meminimalisir” dampak kenaikan biaya komponen dengan cara “memonetisasi basis pengguna yang sudah ada” (monetizing existing installed base).

Harga Konsol PS5 Aman, Tapi Sony Berencana "Monetisasi" Pemain Lebih Agresif? Siap-Siap Rogoh Kocek!

Apa artinya bagi kita? Sederhananya, alih-alih menaikkan harga mesin PS5, Sony akan fokus menggenjot pendapatan dari sisi software dan layanan jaringan.

Meskipun kenaikan harga game secara langsung dinilai kecil kemungkinannya karena Sony ingin menjaga volume penjualan, sorotan utama justru tertuju pada layanan jaringan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kenaikan harga langganan PlayStation Plus (PS Plus) mungkin sudah ada di depan mata. Tentu ini menjadi “pil pahit”, mengingat layanan ini wajib bagi mayoritas pemain untuk menikmati fitur multiplayer online.

Situasi sulit ini diprediksi akan berlangsung cukup lama. Bahkan, rumor menyebutkan bahwa imbas dari mahalnya komponen ini berpotensi menunda peluncuran PlayStation 6 hingga tahun 2028 atau 2029, demi menunggu harga pasar kembali stabil.

Jadi, buat kamu yang berlangganan PS Plus, mungkin saatnya mulai menabung lebih atau memanfaatkan promo diskon selagi ada!