SEGA baru saja merilis sebuah video wawancara eksklusif yang pastinya sudah sangat dinantikan. Melalui kanal YouTube resminya, SEGA membagikan bincang-bincang spesial bersama aktor kenamaan Jepang, Shido Nakamura, yang kembali meminjamkan suaranya untuk karakter ikonik Yoshitaka Mine dalam proyek Yakuza Kiwami 3 dan Dark Ties.
Bagi kalian yang sudah mengikuti seri ini sejak lama, kembalinya Shido Nakamura jelas menjadi sebuah hype tersendiri di industri game. Bagaimana tidak? Aktor berbakat ini kembali memerankan sosok Yoshitaka Mine setelah 16 tahun berlalu. Dalam video wawancara tersebut, Nakamura membagikan pemikiran serta perasaannya mengenai comeback epik ini. Ia juga memberikan tanggapan terkait respons luar biasa dan antusiasme para penggemar di berbagai platform media sosial. Tidak ketinggalan, Nakamura turut menyelipkan pesan khusus dan menyentuh bagi para fans yang tak pernah berhenti mendukung kiprahnya di seri ini.
Bicara soal Yoshitaka Mine di Yakuza Kiwami 3, kita tentu mengingatnya sebagai Letnan Klan Tojo sekaligus Ketua Klan Hakuho yang sangat disegani. Karakter ini bukanlah Yakuza biasa. Berawal dari seorang pekerja kantoran (white-collar worker), Mine menembus kerasnya dunia bawah tanah melalui undangan dari Tsuyoshi Kanda. Berbekal kecerdasan dan kelihaiannya di bidang finansial, khususnya pasar saham dan real estat, ia sukses mengumpulkan kekayaan luar biasa. Kemampuan analitis inilah yang membuatnya mendapat kepercayaan penuh dari Daigo Dojima dan melesat naik di hierarki Klan Tojo. Meski dari luar terlihat sangat tenang dan elegan, Mine sebenarnya menyimpan amarah membara di dalam dirinya.
Sementara itu, di Dark Ties, kita akan melihat perspektif yang sedikit berbeda dari sosok Yoshitaka Mine. Ia dikisahkan sebagai seorang mantan pendiri perusahaan startup yang cerdas dan sukses. Sayangnya, ia harus kehilangan segalanya akibat pengkhianatan dari orang-orang yang paling ia percayai. Di tengah keputusasaannya, Mine menyaksikan sebuah aksi kekerasan antar geng di mana para bawahan rela mengorbankan nyawa demi bos mereka. Terdorong oleh rasa penasaran untuk membuktikan apakah loyalitas tingkat tinggi semacam itu benar-benar nyata, ia akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kaki ke dalam dunia kejahatan terorganisir.
Sebagai informasi tambahan untuk kalian para gamers yang mungkin baru terjun, seri Like a Dragon pertama kali diciptakan pada tahun 2005. Mengusung konsep game dengan target audiens dewasa, seri ini konsisten mengeksplorasi tema-tema mendalam seperti cinta, kemanusiaan, dan pengkhianatan di tengah kerasnya distrik hiburan Jepang. Berkat penggambaran Jepang modern yang realistis dan berani, franchise ini sukses meraup penjualan lebih dari 27,7 juta kopi di seluruh dunia.

