Kabar menarik dari dapur Ubisoft terkait pengembangan Assassin’s Creed Hexe. Baru saja dikabarkan bahwa Clint Hocking telah meninggalkan posisinya sebagai creative director untuk proyek tersebut. Sebagai informasi, Hocking merupakan sosok veteran di balik Splinter Cell: Chaos Theory, Far Cry 2, dan Watch Dogs: Legion. Kini, kursi kepemimpinan proyek Hexe resmi diisi oleh Jean Guesdon, mantan creative director Assassin’s Creed IV: Black Flag yang juga menjabat sebagai head of content baru untuk seri Assassin’s Creed.
Some folk will be wary of this change, but Assassin's Creed Hexe is the one project everyone at Ubisoft wants to work on because of how good it's shaping up to be.https://t.co/Tz430ZCEiW
— Tom Henderson (@_Tom_Henderson_) February 25, 2026
Meski ada pergantian sutradara, proyek ini ternyata menunjukkan potensi yang sangat luar biasa di internal perusahaan. Berdasarkan laporan dari Tom Henderson—seorang insider terpercaya terkait isu Ubisoft—Assassin’s Creed Hexe sedang dibentuk menjadi game yang sangat bagus. Saking menjanjikannya, Hexe dikabarkan menjadi satu-satunya proyek yang secara masif ingin dikerjakan oleh semua karyawan di penjuru Ubisoft. Henderson mengungkapkan pernyataan tersebut melalui artikel Insider-Gaming mengenai kepergian Hocking. Ia menambahkan bahwa meski beberapa orang mungkin khawatir dengan pergantian creative director ini, progres kualitas Hexe membuat semua staf Ubisoft berebut ingin ikut andil di dalamnya.

Sejauh ini, detail resmi mengenai Assassin’s Creed Hexe memang masih minim. Game misterius ini pertama kali diumumkan pada tahun 2022 lalu, bersamaan dengan sederet judul Assassin’s Creed lainnya yang sedang digarap. Sejak saat itu, informasi yang beredar hanyalah sebatas rumor. Pada tahun 2024, sempat terdengar kabar bahwa peluncuran Hexe didorong ke tahun 2026. Namun, menyusul pengumuman “major reset” atau perombakan besar di internal Ubisoft bulan lalu, ada kemungkinan jadwal rilis Hexe kembali diundur selama perusahaan membenahi masa transisi tersebut.
Ada banyak spekulasi soal antusiasme internal ini. Entah karyawan Ubisoft berebut masuk ke tim Hexe karena menganggapnya sebagai “sekoci penyelamat” agar tidak terkena badai layoff di tengah masa transisi perusahaan yang bergejolak, atau karena mereka murni percaya bahwa ini akan menjadi karya terbaik Ubisoft. Yang pasti, tingginya minat tersebut tidak akan terjadi jika progres game ini tidak benar-benar menjanjikan seperti yang dikatakan Henderson. Mari kita tunggu gebrakan selanjutnya!

