Diskusi mengenai harga Steam Machine milik Valve semakin memanas di kalangan komunitas gaming. Meskipun sempat beredar rumor bahwa kenaikan harga memori akan melambungkan harganya hingga $1.000, laporan terbaru dari pembocor industri ternama memberikan angin segar. Insider Moore’s Law is Dead menyebutkan bahwa harga peluncuran yang paling realistis tetap berada di kisaran $600 hingga $700 (sekitar Rp9,5 – 11 jutaan).
Strategi harga ini dinilai krusial bagi Valve agar Steam Machine tetap memiliki daya tarik bagi pengguna PC maupun konsol. Jika harga dibanderol di atas $700, perangkat ini terancam kehilangan daya saingnya, mengingat gamer bisa merakit PC kustom dengan performa yang lebih gahar di rentang harga tersebut.
Spesifikasi “Lama” Jadi Kunci Harga Murah

Mengapa harganya bisa ditekan? Sang insider berargumen bahwa komponen yang digunakan sebenarnya bukan teknologi paling mutakhir. Steam Machine dikabarkan menggunakan kombinasi CPU Zen 4 (6C/12T) dan GPU 28CU RDNA 3. Karena ditargetkan untuk berjalan pada wattage rendah layaknya spesifikasi perangkat mobile, biaya produksinya seharusnya tidak membengkak terlalu tinggi.
Meski biaya RAM dan penyimpanan meningkat hingga 2-3 kali lipat, estimasi biaya manufaktur Valve diprediksi tidak akan melebihi angka $600. Selain itu, hubungan erat Valve dengan AMD diyakini memberikan keuntungan dalam mendapatkan harga komponen yang lebih murah secara grosir.
Hingga saat ini, Valve memang masih menutup rapat informasi resminya. Namun, dengan banyaknya bukti yang terkumpul, pengumuman harga resmi diperkirakan akan hadir dalam waktu dekat. Menurut kamu, apakah harga di bawah 11 juta rupiah sudah cukup worth it untuk sebuah Steam Machine?

