Kompetisi kasta tertinggi Free Fire Asia Tenggara, FFWS SEA 2026 Spring, baru saja menyelesaikan Week 2 babak Knockout dengan hasil yang mendebarkan bagi representatif Indonesia. Tiga tim besar asal Tanah Air—RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC—berhasil memantapkan posisi mereka di jajaran 12 besar klasemen sementara. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan modal berharga untuk bertarung memperebutkan tiket Grand Finals yang akan mulai dibagikan pada pekan ketiga mendatang.
Kebangkitan RRQ Kazu di Week 2: Eksperimen Roster yang Berbuah Manis
Salah satu kejutan terbesar di Week 2 datang dari RRQ Kazu. Tim berjuluk “Raja dari Segala Raja” ini menunjukkan kebangkitan luar biasa setelah melakukan rotasi strategis dengan memasukkan 18DEER untuk menggantikan RANZ. Hasilnya instan dan mematikan; RRQ Kazu mendominasi pekan kedua dengan mengumpulkan 228 poin, torehan tertinggi di antara 18 tim yang berlaga.
Performa ganas ini melambungkan posisi mereka dari peringkat 11 langsung ke posisi runner-up klasemen total dengan 359 poin. Mereka kini hanya berselisih tipis dari pemuncak klasemen, Buriram United Esports. Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan (ADY), menyatakan ambisi besarnya untuk langsung mengunci tiket Grand Finals di hari pertama pekan ketiga melalui permainan yang lebih disiplin dan efisien.
Konsistensi Bigetron dan Perjuangan EVOS Divine

Di sisi lain, Bigetron by Vitality tetap menjaga reputasi mereka sebagai tim paling stabil sepanjang Week 2. Dengan koleksi 340 poin dan total lima Booyah, mereka memegang rekor kemenangan ronde tertinggi di antara tim Indonesia. Sementara itu, ONIC juga tetap bertahan di peringkat sembilan dengan total 276 poin, memastikan diri tetap berada dalam jalur persaingan aman.
Kisah berbeda datang dari EVOS Divine. Meski performa mereka di Week 2 meningkat hampir dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya dengan raihan 137 poin, akumulasi total 201 poin belum cukup membawa sang jawara dunia ke posisi 12 besar. Berada di peringkat 16, Pelatih Wahyu Kurniawan (LEEM) menegaskan bahwa fokus utama tim Macan Putih adalah bermain jauh lebih agresif di pekan ketiga demi mengejar ketertinggalan.
Tantangan Tim Debutan: Shadow Esports

Tim debutan Shadow Esports juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Finis di peringkat 14 pada klasemen Week 2, mereka menunjukkan stabilitas yang cukup baik di tengah minimnya data rotasi tim lawan. Pelatih Janes Manao mengungkapkan bahwa evaluasi singkat akan dilakukan guna memaksimalkan firepower mereka di pekan penentuan.

Jadwal dan Skema Penentuan Grand Finals
Pekan ketiga yang akan berlangsung pada 8–10 Mei 2026 menjadi fase yang sangat krusial. Berdasarkan regulasi, setiap harinya dua tim teratas di klasemen harian akan langsung mengantongi tiket menuju babak puncak. Sebanyak enam tim berkesempatan mengunci posisi Grand Finals lebih awal, sementara sisa tim lainnya harus berjuang di babak eliminasi pekan keempat.
Bagi para penggemar Free Fire di Indonesia, jangan lewatkan aksi heroik RRQ Kazu, Bigetron, ONIC, Shadow, dan EVOS Divine yang akan disiarkan mulai pukul 18.00 WIB melalui kanal resmi Free Fire Esports ID. Dukungan penuh Anda adalah kunci bagi tim Merah Putih untuk kembali berjaya!

