Absennya divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di ajang internasional tahun ini ternyata tidak menyurutkan pamor tim Rex Regum Qeon (RRQ). Selama gelaran Esports World Cup atau EWC 2026 di Paris, RRQ justru mencatat pertumbuhan Hours Watched hingga 44 persen secara year-over-year dibandingkan EWC 2025.
Pencapaian ini sangat menarik karena tim RRQ Hoshi dipastikan gagal lolos kualifikasi untuk bertanding. Tanpa kehadiran divisi terpopuler tersebut, RRQ tetap tampil memukau melalui partisipasi aktif di lima cabang game berbeda. Kelima game tersebut meliputi PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, VALORANT, serta TrackMania.
PUBG Mobile Jadi Penyumbang Eksposur Terbesar

Pada ajang utama EWC 2026, total waktu tonton yang diatribusikan kepada RRQ mencapai angka fantastis, yakni 18.449.197 jam. Capaian ini juga mencatat 804.934 Peak Viewers serta 319.467 Average Viewers. Co-founder dan CEO Esports Charts, Artyom Odintsov, menjelaskan bahwa meskipun Peak Viewers menurun dari tahun lalu, volume tontonan keseluruhan justru meningkat tajam. Pertumbuhan pesat ini membuktikan bahwa daya tarik RRQ tidak lagi bergantung sepenuhnya pada audiens MLBB di Indonesia.
Jika dirinci, divisi PUBG Mobile menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 46,7 persen dari total Hours Watched. Posisi berikutnya diisi oleh Free Fire sebesar 28 persen dan Apex Legends dengan 24,2 persen. Sementara itu, VALORANT dan TrackMania masing-masing menyumbang sebagian kecil di angka 0,8 persen dan 0,3 persen.
Format battle royale rupanya memiliki pengaruh besar terhadap hitungan tayangan ini. Dalam skema permainan tersebut, banyak tim akan bertemu sekaligus dalam satu lobi. Oleh karena itu, jumlah tayangan dari sebuah ronde dibagikan ke seluruh tim yang bertanding. Angka ini tidak bisa langsung diartikan sebagai popularitas absolut satu tim, mengingat tayangan juga berasal dari penonton yang mendukung peserta lain.
Peringkat Global dan Fakta Unik Penonton
Berkat tingginya partisipasi di turnamen battle royale, RRQ sukses menduduki posisi keempat di kawasan Asia Tenggara. Posisi mereka berada tepat di bawah eArena, Yangon Galacticos, dan Bigetron Esports. Secara global, tim ini berhasil menempati peringkat ke-21.
Fakta unik lainnya, bahasa Hindi menjadi penyumbang tayangan terbesar bagi RRQ dengan persentase 19,8 persen. Hal ini terjadi karena sangat kuatnya basis audiens Hindi pada turnamen PUBG Mobile dan Free Fire. Kedua kompetisi tersebut secara total menyumbang 74,7 persen dari penonton RRQ di acara utama. Selain itu, kontribusi siaran bersama (co-streaming) dari Snax Gaming sangat mendominasi. Pada turnamen PUBG Mobile saja, saluran ini sukses meraup 77,7 persen dari seluruh waktu tonton berbahasa Hindi.
Secara keseluruhan, data EWC 2026 menjadi bukti nyata bahwa RRQ masih mampu membangun eksposur luas di ajang internasional. Ekspansi ke berbagai ekosistem game lain telah sukses menjaga nama besar organisasi, bahkan ketika pilar utamanya seperti RRQ Hoshi tidak ikut serta.

