Empat tahun lalu, dunia game dan anime dikejutkan oleh perilisan Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles, adaptasi resmi dari anime populer Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Mengangkat kisah Tanjiro Kamado, seorang pemuda yang berjuang membasmi iblis demi membalaskan kematian keluarganya dan mencari obat bagi sang adik, Nezuko, yang berubah menjadi iblis, game pertama berhasil memadukan cerita emosional anime dengan pertarungan penuh aksi dalam format arena fighter yang memukau secara visual.
Kini, Aniplex, CyberConnect2 dan SEGA kembali dengan sekuel bertajuk The Hinokami Chronicles 2. Jika game pertama membawa kita hingga akhir Mugen Train Arc, seri kedua ini langsung melanjutkan kisah ke Entertainment District Arc, Swordsmith Village Arc, dan Hashira Training Arc. Bukan sekadar kelanjutan cerita, game ini hadir dengan roster karakter yang jauh lebih besar, mekanik pertarungan yang diperhalus, area eksplorasi yang lebih hidup, dan konten tambahan yang siap memanjakan pemain.
Launch Trailer
Tapi… apakah Hinokami Chronicles 2 benar-benar layak disebut sebagai peningkatan besar? Atau justru sekadar “update mahal” dari seri sebelumnya? Mari kita kupas tuntas semua yang menarik—dan yang masih kurang—di review lengkapnya berikut ini gaes!
Lanjutan Cerita, Langsung Gas ke Aksi
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-3.jpg)
Bagi yang mengikuti kisah Demon Slayer dari awal, The Hinokami Chronicles 2 terasa seperti melompat tepat di titik klimaks selanjutnya. Sekuel ini memulai perjalanannya setelah penutupan penuh emosi di Mugen Train Arc, lalu langsung menghantam gas ke tiga arc besar berikutnya: Entertainment District Arc, Swordsmith Village Arc, dan Hashira Training Arc. Ketiganya merupakan bagian penting dalam saga Demon Slayer yang menampilkan pertarungan paling intens sekaligus perkembangan karakter yang signifikan.
Game ini memang dirancang untuk pemain yang sudah paham konteks cerita. Tidak ada penjelasan panjang lebar tentang siapa itu Tanjiro, Nezuko, atau para Hashira—semuanya diasumsikan sudah melekat di kepala pemain. Namun, bagi pendatang baru atau mereka yang butuh penyegaran, tersedia Path of the Demon Slayer, sebuah mode ringkas yang menyajikan enam pertarungan satu lawan satu dari game pertama. Fungsinya seperti “recap” cepat sebelum masuk ke bab berikutnya.
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-2.jpg)
Sayangnya, mode ini kurang bertenaga. Tidak ada boss fight raksasa atau adegan sinematik epik yang dulu menjadi ciri khas seri pertama. Pertarungan di sini lebih mirip duel standar CPU vs Player yang minim kejutan. Meski tetap berguna sebagai pengingat alur, rasanya sayang potensi “pemanasan” ini tidak dimaksimalkan untuk membangkitkan hype.
Untungnya, saat masuk ke story mode utama, kualitas presentasi kembali ke standar emas CyberConnect2. Cutscene yang disajikan penuh detail, efek visual sinematik memanjakan mata, dan ekspresi karakter terasa hidup—nyaris setara dengan versi animenya. Transisi dari momen dramatis ke komedi ringan juga dilakukan mulus, meski terkadang intensitas teriakan karakter seperti Zenitsu bisa terasa sedikit berlebihan bagi sebagian pemain.
Keseluruhan alur cerita dalam game ini berhasil mempertahankan rasa epik. Walaupun beberapa momen terasa lebih sebagai “filler” untuk menghubungkan aksi besar berikutnya, pacing-nya cukup stabil untuk membuat pemain terus penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-12.jpg)
Bagi penggemar pertarungan sinematik, bagian cerita ini sudah cukup untuk membuatmu betah duduk berjam-jam—baik untuk menikmati pertarungannya maupun hanya sekadar menyaksikan drama dan humor khas dunia Demon Slayer.
Eksplorasi yang Lebih Menyenangkan
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-10.jpg)
Jika di game pertama eksplorasi terasa seperti formalitas sebelum pertarungan besar, di The Hinokami Chronicles 2 aktivitas ini terasa jauh lebih hidup. Area di story mode kini dirancang lebih ringkas namun terbuka, sehingga kamu bebas berlari di luar ruangan tanpa harus terjebak jalur linear yang membosankan. Sensasinya seperti benar-benar berjalan di dunia Demon Slayer, bukan sekadar “menu berjalan” menuju cutscene berikutnya.
Keberadaan side quest menjadi penyegar yang efektif. Mulai dari membantu NPC pemalu mengungkapkan perasaan cintanya, hingga memburu iblis bersama salah satu Hashira—misi-misi ini memberi variasi dan sering kali menyelipkan momen lucu atau emosional yang menambah kedalaman dunia.
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-4.jpg)
Tak hanya itu, mini-game unik juga hadir. Salah satunya adalah “versi Demon Slayer dari Guitar Hero” yang adiktif, memaksamu mengikuti ritme sambil menikmati musik. Bagi pemburu konten, ada Memory Fragments berisi cuplikan anime yang memicu nostalgia, serta Kimetsu Points untuk membuka kostum alternatif, artwork, musik, bahkan karakter tambahan. Semua elemen ini membuat eksplorasi bukan sekadar pengisi waktu—melainkan bagian yang layak dinikmati sebelum kembali ke hiruk pikuk pertarungan.
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-9.jpg)
Pertarungan: Sederhana tapi Dalam
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-7.jpg)
The Hinokami Chronicles 2 mempertahankan esensi pertarungan yang mudah dipelajari namun sulit dikuasai. Hanya dengan tombol serangan, tombol jurus spesial, dan variasi arah pada stik, kamu bisa menghasilkan combo yang berbeda—mulai dari meluncurkan lawan ke udara, menjaga mereka tetap di tanah untuk serangan lanjutan, hingga menjatuhkan mereka demi mengatur tempo.
Fitur Boost dan Surge menambah bumbu strategi. Boost memberi peningkatan serangan sekaligus membuka jalur combo tambahan, sementara Surge menghadiahkan meter tak terbatas untuk waktu singkat—sempurna untuk mengunci kemenangan di momen krusial.
Beberapa perubahan teknis membuat gameplay lebih halus. Heavy Attack kini diaktifkan dengan kombinasi Guard + Attack, bukan lagi maju + Attack, sehingga mengurangi kesalahan input. Selain itu, musuh tak lagi terlepas dari combo hanya karena gauge habis, membuat aliran pertarungan terasa lebih konsisten dan memuaskan.
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-11.jpg)
Fitur tag team masih menjadi jantung sistemnya. Partner bisa dipanggil untuk assist, menyelamatkanmu dari combo panjang, atau bertukar posisi penuh untuk mengatur strategi. Beberapa pasangan bahkan memiliki Dual Ultimate Arts unik jika mereka punya hubungan di cerita—memberi alasan ekstra untuk bereksperimen dengan kombinasi tim.
Dan tentu saja, boss fight di story mode tetap jadi klimaks hiburan. Pola serangan yang menuntut pembacaan timing, momen mencari celah, hingga penutup berupa quick time event sinematik membuat setiap duel besar terasa seperti pertarungan klimaks di anime. Meski musuh kadang masih “curang” memutus serangan, intensitasnya kini lebih terkontrol, menjaga keseimbangan antara frustrasi dan keseruan.
Konten Tambahan: Hashira Training & Lebih Banyak Karakter
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-5.jpg)
Di luar story mode, ada Hashira Training—mode roguelike di mana kamu bergerak di papan permainan, memilih pertarungan dengan kondisi unik, mengatur tim, dan melawan Hashira di akhir. Kesehatan tidak pulih otomatis, jadi manajemen sumber daya penting. Mode ini efektif untuk mengasah skill sekaligus mengumpulkan unlockable.
Roster karakter juga melonjak signifikan: dari 18 di game pertama menjadi lebih dari 40. Ini memberi variasi besar di mode versus, baik online maupun offline. Sayangnya, tutorial dalam game masih minim—hanya teks dan sedikit panduan dasar, tanpa penjelasan teknik lanjutan yang seharusnya penting di game fighting.
Sistem Gear: Tambahan yang Tidak Semua Suka
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-8.jpg)
Aniplex dan CyberConnect2 menambahkan sistem Gear—hingga tiga item yang memberi buff seperti peningkatan serangan atau regen HP dalam kondisi tertentu. Fitur ini bisa dimatikan di versus mode, tapi di story dan Hashira Training, kamu akan sering mengutak-atik menu ini. Bagi sebagian pemain, ini menambah kedalaman; bagi yang lain, terasa mengganggu alur game fighting yang seharusnya fokus pada aksi.
Performa Versi PC – Stabil, Ngebut, dan Siap Ngegas di PC Mid-High End
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-6.jpg)
Dengan spesifikasi PC yang penulis gunakan di bawah ini, Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 berjalan sangat mulus dan enak dipandang. Visualnya setajam anime, lengkap dengan efek partikel, pencahayaan dinamis, dan animasi karakter yang detail banget. Saat karakter mengeluarkan jurus, layar dipenuhi efek keren yang tetap halus tanpa frame drop.
- Prosesor: AMD Ryzen 9 6900HS
- GPU: NVIDIA GeForce RTX 3070 Ti
- RAM: 32 GB DDR5
- Storage: NVMe SSD 1 TB
Di pengaturan 4K Ultra, game mampu mempertahankan 60 FPS stabil bahkan saat pertarungan penuh efek visual. Prosesor Ryzen 9 membuat transisi dari cutscene ke gameplay nyaris instan, sedangkan RTX 3070 Ti memastikan semua detail grafis tampil maksimal.
Dengan RAM 32 GB, saya bisa streaming lewat OBS sambil main tanpa performa turun. Loading juga terasa super cepat berkat NVMe SSD—masuk arena atau mengulang pertarungan hanya butuh hitungan detik.
Main di monitor ultra-wide terasa seperti menonton anime layar lebar sambil ikut bertarung langsung. Pemandangan arena terlihat lebih luas, dan cutscene jadi lebih imersif. Audio-nya juga mengesankan. Dub Jepang terdengar jernih, musik latar membuat pertarungan lebih tegang, dan efek suara seperti benturan pedang atau teriakan karakter benar-benar membawa suasana.
Kesimpulan
![[REVIEW] Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 (PC), Perjalanan Tanjiro Kamado Berlanjut Lebih Seru!](https://jagogame.id/wp-content/uploads/2025/08/REVIEW-Demon-Slayer-Kimetsu-no-Yaiba-The-Hinokami-Chronicles-2-PC-13.jpg)
Demon Slayer -Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles 2 adalah sekuel yang berhasil memperluas konten, memperbaiki aspek-aspek lemah dari game pertama, dan mempertahankan aksi spektakuler yang membuat pemain betah. Meski bukan lompatan inovasi besar, tambahan roster masif, perbaikan kontrol, mode baru seperti Hashira Training, serta presentasi visual yang memanjakan mata membuatnya layak dimainkan, terutama bagi penggemar berat seri Demon Slayer maupun pemain arena fighter yang mencari game dengan eksekusi rapi.
Jika kamu menginginkan pengalaman sinematik yang memadukan cerita anime populer dengan pertarungan penuh gaya, game ini jelas ada di daftar wajib coba. Dan semoga saja kita tidak perlu menunggu empat tahun lagi untuk sekuelnya berikutnya.
Skor Keseluruhan: ⭐⭐⭐⭐☆ 4.3 / 5
| Kriteria | Rating (1–5) | Deskripsi |
| Cerita & Narasi | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Melanjutkan kisah dari Entertainment Disctric Arc hingga Hashira Training Arc dengan presentasi animasi berkualitas tinggi. Ada humor dan drama khas Demon Slayer, meski Path of the Demon Slayer terasa kurang maksimal. |
| Sistem Pertarungan | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Pertarungan arena fighter yang sederhana tapi dalam. Perubahan kontrol heavy attack dan konsistensi combo membuat gameplay lebih halus. Boss fight tetap spektakuler, meski AI musuh kadang terlalu “curang”. |
| Desain Karakter | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Model karakter yang menarik dipandang, ekspresi wajah hidup, dan animasi jurus memukau. Tambahan roster >40 karakter memberi variasi besar di mode versus.
|
| Visual & Art Direction | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Visual dengan efek partikel dan pencahayaan menawan. Cutscene sinematik memanjakan mata, walau area eksplorasi kadang terasa kurang detail dibanding karakter utama. |
| Audio & Musik | ⭐⭐⭐⭐☆ (4.5) | Dub Jepang yang emosional, musik latar epik, dan efek suara imersif memperkuat atmosfer pertarungan. Kualitas audio tetap konsisten di semua mode. |
| Durasi & Pacing | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Story mode padat tanpa terlalu banyak filler. Side quest dan mini-game menambah variasi, tapi beberapa momen eksplorasi masih terasa repetitif. |
| Inovasi & Konten Tambahan | ⭐⭐⭐⭐ (4) | Mode baru Hashira Training memberi tantangan segar. Peningkatan eksplorasi dan side quest memperkaya pengalaman, meski sistem Gear terasa kurang penting. |

