Meskipun sempat digadang-gadang sebagai salah satu rilis paling stabil tahun ini, laporan terbaru dari SteamDB menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: Arc Raiders kehilangan lebih dari 80% pemain aktifnya di Steam hanya dalam waktu lima bulan setelah peluncuran.
Pada pertengahan November lalu, Arc Raiders mencatatkan rekor all-time peak yang fantastis di angka 481.000 pemain. Namun, dalam 24 jam terakhir, angka tersebut menyusut drastis menjadi hanya 46.694 pemain. Yang lebih menyesakkan bagi Embark Studios adalah fakta bahwa dua bulan lalu mereka masih memiliki 300.000 pemain harian. Artinya, ada sekitar 200 ribuan Troopers yang memutuskan “cabut” hanya dalam kurun waktu 8 minggu.
Cheater dan Penurunan Rating Jadi Pemicu Utama

Kenapa komunitas ramai-ramai meninggalkan game ini? Alasan utamanya klasik namun mematikan: Cheater. Masalah peretasan yang tak kunjung usai benar-benar merusak ekosistem permainan dan memicu eksodus besar-besaran.
Kekecewaan ini juga tercermin pada rating di Steam yang kini merosot ke level “Mostly Positive”. Para pemain merasa janji konten baru tidak cukup untuk menutupi buruknya manajemen keamanan game. Meskipun pihak studio sempat mendapat apresiasi karena mengganti suara AI dengan aktor asli, langkah tersebut belum mampu membendung arus penurunan pemain.

Meski angka 92.000 pemain sebenarnya masih tergolong cukup besar untuk banyak judul lain, grafik penurunan yang sangat tajam ini menjadi alarm bagi keberlangsungan jangka panjang Arc Raiders. Tanpa adanya gebrakan anti-cheat yang revolusioner dan konten yang benar-benar segar, sulit bagi Arc Raiders untuk kembali ke masa kejayaannya.
Apakah Embark Studios mampu melakukan comeback epik, atau Arc Raiders akan menjadi nama besar berikutnya yang tenggelam di lautan live-service? Kita tunggu saja langkah mereka selanjutnya.

