Razer resmi memperkenalkan Razer Barracuda V2 Pro, headset gaming wireless premium yang dirancang untuk menemani aktivitas pengguna sepanjang hari. Tidak hanya untuk bermain di PC, perangkat ini juga menawarkan fleksibilitas penggunaan pada smartphone, konsol, dan handheld gaming PC tanpa harus berganti headset.
Melalui produk terbarunya, Razer ingin menjawab kebutuhan gamer yang sering berpindah perangkat. Barracuda V2 Pro menggabungkan kualitas audio gaming, konektivitas praktis, serta desain portabel agar tetap nyaman digunakan saat bekerja, menerima panggilan, atau menikmati hiburan.
Sektor audio menjadi salah satu daya tarik utamanya. Razer membekali headset ini dengan driver TriForce Bio-Cellulose berukuran 40 mm yang dirancang menghasilkan detail suara jernih, vokal jelas, serta bass mendalam dengan distorsi minimal. Kombinasi tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari game kompetitif hingga mendengarkan musik.

Ketika tersambung ke PC yang kompatibel, pengguna juga dapat memanfaatkan THX Spatial Audio+ dengan virtual surround 7.1.4. Teknologi ini menambahkan empat kanal suara dari arah atas sehingga posisi efek audio terasa lebih berlapis, termasuk ketika mendeteksi pergerakan lawan dalam game.
Untuk membantu menjaga fokus, Razer Barracuda V2 Pro menghadirkan Hybrid Active Noise Cancellation. Fitur tersebut memakai mikrofon yang menghadap ke luar dan dalam untuk meredam gangguan lingkungan, baik ketika bermain di rumah maupun saat bepergian.
Urusan koneksi ditangani Razer HyperSpeed Wireless 2,4 GHz yang mengutamakan latensi rendah. Tersedia pula Bluetooth dan tombol SmartSwitch untuk berpindah koneksi dengan cepat. Menariknya, audio dari koneksi 2,4 GHz dan Bluetooth dapat digunakan secara bersamaan, memungkinkan pemain menerima panggilan atau mendengarkan musik dari ponsel tanpa menghentikan audio game.
Headset ini juga membawa dua pilihan mikrofon. Boom mic yang bisa dilepas disiapkan untuk komunikasi saat bermain bersama tim, sedangkan mikrofon internal berteknologi beamforming lebih praktis untuk aktivitas di luar rumah. Keduanya didukung AI-powered noise cancellation untuk mengurangi suara latar saat berbicara.

Meski menawarkan banyak fitur, bobot Razer Barracuda V2 Pro hanya 285 gram. Desainnya bisa dilipat dan diletakkan mendatar, sementara ruang penyimpanan dongle memudahkan pengguna membawa perangkat saat bepergian. Bantalan telinga yang lembut turut dirancang untuk kenyamanan pemakaian panjang.
Daya tahan baterainya diklaim mencapai 70 jam dalam kondisi tertentu. Situs resmi Razer menjelaskan angka tersebut berlaku saat ANC dimatikan, sementara penggunaan dengan ANC aktif dapat mencapai 50 jam. Pengisian daya dilakukan melalui USB-C.
Dengan kombinasi tersebut, pengguna tidak perlu melepas headset setiap kali berpindah dari sesi bermain ke aktivitas lain. Misalnya, koneksi wireless tetap dipakai untuk audio game di PC, sementara Bluetooth menghubungkan ponsel untuk panggilan masuk. Pendekatan ini menjadi nilai jual utama dibanding headset yang mengharuskan pengguna memilih satu sumber audio pada satu waktu. Ini juga membantu mobilitas pengguna.
Barracuda V2 Pro ditujukan bagi pengguna yang menginginkan satu headset untuk gaming, komunikasi, dan hiburan harian. Razer belum mencantumkan harga resmi Indonesia dalam materi pengumuman ini, sehingga informasi ketersediaan lokal masih perlu ditunggu.

