Sony menawarkan uang tunai untuk PS5 bekas melalui program trade-in yang dipromosikan kepada sejumlah pengguna PlayStation. Menariknya, pemilik konsol berkesempatan mendapatkan pembayaran hingga US$400 atau sekitar Rp7,25 juta apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Informasi ini mulai ramai diperbincangkan setelah pengguna forum ResetEra bernama JAY_HORROR membagikan tangkapan layar notifikasi dari aplikasi PlayStation pada 2 November 2026.
Penawaran tersebut cukup mengejutkan karena sebelumnya Microsoft juga mengirimkan pesan serupa kepada sebagian pengguna Xbox yang sudah jarang memainkan konsol mereka.
Langkah kedua perusahaan ini memunculkan pertanyaan mengenai strategi penjualan perangkat gaming di tengah meningkatnya harga komponen elektronik.
Sony Tawarkan Rp7,25 Juta untuk PS5 Bekas

Program penjualan PS5 bekas tersebut dijalankan melalui Back Market, perusahaan pihak ketiga yang bergerak dalam perdagangan serta rekondisi perangkat elektronik.
Melalui notifikasi PlayStation App, pengguna ditawarkan pembayaran maksimal US$400 (sekitar Rp7,25 juta) untuk satu unit PS5 Standard dengan minimal dua controller DualSense.
Namun, nominal tersebut bukan harga tetap yang diberikan kepada seluruh pemilik konsol.
Jumlah pembayaran akan bergantung pada model perangkat, kapasitas penyimpanan, kondisi fisik, serta kelengkapan aksesori.
Penawaran maksimal berlaku untuk perangkat dengan kondisi terbaik atau Grade 0. Konsol juga akan melalui pemeriksaan sebelum harga akhirnya ditentukan.
Menariknya, pembayaran dilakukan dalam bentuk uang tunai melalui rekening bank, bukan saldo PlayStation Store.
Untuk saat ini, program tersebut dilaporkan menyasar pengguna di Amerika Serikat. Belum ada informasi mengenai ketersediaannya di Indonesia.
Mengapa Sony Ingin Membeli PS5 Bekas?

Munculnya program ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai strategi Sony menghadapi kondisi pasar konsol.
Salah satu kemungkinan adalah meningkatnya kebutuhan perangkat bekas yang dapat diperbaiki dan dijual kembali sebagai produk refurbished.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran terhadap pasokan komponen memori yang semakin terbatas.
Selain itu, kehadiran Grand Theft Auto VI berpotensi meningkatkan minat konsumen terhadap PlayStation 5 menjelang peluncurannya.
Namun, Sony belum mengonfirmasi bahwa program ini berkaitan langsung dengan kelangkaan komponen maupun peluncuran game tersebut.
Xbox Juga Tawarkan Program Serupa
Sebelumnya, Microsoft mengirimkan email kepada sejumlah pengguna Xbox Series X|S yang sudah jarang menggunakan perangkat mereka.
Melalui kerja sama dengan Best Buy, pemilik Xbox Series X ditawarkan nilai tukar hingga US$375 atau sekitar Rp6,8 juta dalam bentuk kredit toko.
Berbeda dari Xbox, penawaran PlayStation melalui Back Market memungkinkan pengguna menerima pembayaran langsung ke rekening.
Kehadiran kedua program tersebut menunjukkan bahwa pasar konsol bekas semakin mendapat perhatian.
Bagi pemilik PS5 yang jarang bermain, program ini bisa menjadi alternatif untuk menjual perangkat. Namun, pengguna tetap perlu mempertimbangkan harga pasar sebelum memutuskan menjual konsol mereka.

