Maraton coding dan kreativitas selama 48 jam akhirnya tuntas! Garena resmi menutup rangkaian acara Garena Game Jam 3: Reinvent the Game yang digelar di BINUS University, Jakarta, pada Minggu (8/2/2026). Ajang tahunan ini sukses mempertemukan 150 talenta muda terbaik Indonesia yang berhasil menyulap ide liar mereka menjadi 37 game playable yang penuh kejutan.
Tahun ini, tantangannya tidak main-main. Mengusung tema “Nothing Works as Expected”, peserta dipaksa untuk berpikir out of the box. Mereka ditantang mematahkan aturan lazim dalam desain game demi menciptakan gameplay yang tidak terduga. Hasilnya? Puluhan game dengan mekanisme “nyeleneh” yang sukses memukau dewan juri.
Apresiasi Pemerintah: Lebih dari Sekadar Kompetisi

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem kolaboratif yang dibangun Garena. Menurutnya, nilai jual utama acara ini bukan hanya pada kompetisinya, melainkan pada sesi mentoring dari para ahli industri.

“Ini bukan soal kompetisi membuat game, tapi juga tentang ‘what’s next?’. Di sini teman-teman mendapatkan mentor dan checkpoint dari berbagai peran di industri. Kesempatan seperti ini sangat berharga,” ujar Irene Umar. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara developer, artist, hingga community manager adalah kunci kemajuan industri game nasional.
“Let Meow Out!” Jadi Jawara

Sorotan utama jatuh pada tim Lelesasa yang beranggotakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Game besutan mereka, “Let Meow Out!”, dinobatkan sebagai Best Game. Mengusung genre puzzle platformer, game ini mengajak pemain melintasi level yang terinspirasi dari klasik seperti Tetris hingga Street Fighter, namun dengan penyelesaian yang mind-blowing.
Kemenangan ini menjadi pembalasan manis bagi tim Lelesasa yang pada tahun 2025 lalu hanya puas di posisi runner-up. “Tantangan terbesar justru datang dari proses menemukan ide yang tepat, yang baru kami temukan di 36 jam terakhir. Tema tahun ini terasa lebih menantang,” ungkap Alwie Attar Elfandra, perwakilan tim.
Selain Lelesasa, posisi kedua diraih oleh tim Potentially Functional (UI) lewat game Fall Through, dan posisi ketiga diamankan oleh tim Barista (ITB) dengan game Get Flagged!.
Solo Player Curi Perhatian

Kisah inspiratif juga datang dari Muhammad Daannii, mahasiswa Politeknik Negeri Malang. Berpartisipasi sebagai solo developer setelah gagal lolos seleksi di edisi pertama, ia justru berhasil menyabet penghargaan Most Creative Team lewat karyanya, No Cat Works as Expected. “Benar-benar di luar ekspektasi, apalagi saya partisipasi sendiri,” ujarnya bangga.

Bagi kalian yang penasaran ingin mencoba 37 game unik hasil karya anak bangsa ini, seluruhnya sudah bisa dimainkan secara gratis melalui laman Garena Game Jam 3 di Itch.io.
Siap merasakan sensasi bermain di mana “tidak ada yang berjalan sesuai rencana”? Mainkan sekarang juga!

