Tampaknya tidak semua hal yang disentuh Kratos berubah menjadi emas. Setelah rilis dadakan (shadowdrop) yang sempat mengejutkan publik di State of Play, judul terbaru God of War: Sons of Sparta justru harus menelan pil pahit. Game yang mencoba format baru ini kini resmi menyandang predikat sebagai game dengan rating terendah dalam sejarah waralaba God of War.
Berdasarkan data User Score di Metacritic, game bergaya Metroidvania 2.5D ini hanya mampu meraih skor 7.4. Angka ini menempatkannya di posisi buncit, bahkan di bawah God of War: Ascension (PS3) yang selama ini dianggap sebagai seri paling medioker oleh para penggemar.
Dianggap “Generik” dan Kehilangan Identitas

Apa yang salah? Masalah utamanya terletak pada ekspektasi vs realita. Fans God of War terbiasa dengan standar produksi AAA, visual megah, dan skala pertempuran yang masif. Sons of Sparta hadir dengan pendekatan yang jauh lebih sederhana dan anggaran terbatas (toned-down).
Banyak pemain mengkritik gameplay-nya terasa hambar, repetitif, dan terlalu generik. Kritik pedas bahkan menyebutkan bahwa jika judul “God of War” dihapus dari sampulnya, game ini hanyalah judul biasa yang akan tenggelam di katalog PlayStation Store tanpa ada yang melirik.

Situasi semakin memanas ketika kreator asli seri God of War (David Jaffe) turut buka suara. Ia tidak segan-segan menyebut proyek eksperimental ini sebagai “omong kosong” (nonsense), sebuah tamparan keras bagi arah baru yang dicoba oleh studio.
Kabar Baik di Tengah Badai
Meski Sons of Sparta tersandung, fans Kratos tidak perlu bersedih berlarut-larut. Sony telah menyiapkan penawar luka yang ampuh dengan mengumumkan God of War Greek Trilogy Remake. Proyek remake ini dipastikan akan mengembalikan kejayaan brutal Kratos dengan kualitas visual modern yang didambakan fans.
Jadi, anggap saja Sons of Sparta sebagai camilan pembuka yang sedikit hambar sebelum kita menyantap hidangan utama yang sesungguhnya nanti.

