Industri game saat ini sedang dihebohkan dengan kehadiran IP terbaru dari Capcom: PRAGMATA. Setelah sempat “menghilang” cukup lama sejak pertama kali diumumkan, game petualangan sci-fi ini akhirnya siap menyapa para gamer. Berbeda dengan seri Resident Evil yang penuh teror atau Monster Hunter yang kolosal, Pragmata menawarkan sesuatu yang segar namun terasa sangat akrab bagi mereka yang merindukan era kejayaan game aksi single-player.
JagoGame telah merangkum 15 hal menarik yang wajib kamu ketahui agar tidak kaget saat pertama kali menginjakkan kaki di permukaan bulan bersama Hugh dan Diana. Yuk simak sama-sama berikut ini gaes!
15 Hal Menarik dari PRAGMATA
1. IP Baru yang Bukan Remake Maupun Sekuel

Di tengah gempuran tren remake dan sekuel yang mendominasi industri game belakangan ini, Pragmata muncul sebagai “udara segar”. Ini adalah sebuah Intellectual Property (IP) baru yang benar-benar orisinal dari Capcom. Kamu tidak perlu memainkan puluhan game sebelumnya untuk memahami ceritanya. Ini adalah ide baru, dunia baru, dan karakter baru yang dibangun dari nol. Bagi Milenial dan Gen Z yang haus akan inovasi, Pragmata adalah jawaban atas kerinduan akan konten yang tidak repetitif dan berani tampil beda di pasar yang sudah sangat padat.
2. Vibes Nostalgia Era Xbox 360 dan PS3

Meskipun menggunakan teknologi visual terkini, Pragmata memiliki jiwa yang terasa seperti game petualangan sci-fi klasik dari era Xbox 360 dan PS3. Gaya permainannya yang linear dan terfokus mengingatkan kita pada masa di mana game tidak harus menjadi open-world yang sangat luas untuk menjadi seru. Ada kepuasan tersendiri dalam mengikuti petualangan yang terarah dengan tempo yang terjaga dengan baik. Capcom berhasil menggabungkan pesona nostalgia tersebut dengan kualitas grafis modern yang luar biasa, menciptakan pengalaman “video game banget” yang sangat memuaskan untuk dimainkan.
3. Hugh: Teknisi Luar Angkasa dengan Baju Berat

Kamu akan berperan sebagai Hugh, seorang teknisi luar angkasa yang dikirim ke bulan bersama krunya. Karakter Hugh memiliki fisik yang terasa “berisi” dan berat, memberikan feel yang mirip dengan Isaac Clarke dari Dead Space. Setiap langkah Hugh terasa memiliki beban, memperkuat atmosfer realisme di lingkungan rendah gravitasi. Namun, jangan salah sangka; meski terlihat berat, pergerakan Hugh tetap sangat fluid berkat teknologi baju luar angkasa canggihnya. Kamu akan merasakan sensasi menjadi seorang astronaut masa depan yang tangguh namun tetap lincah dalam menghadapi ancaman.
4. Diana: Partner Android yang Menggemaskan (dan Sedikit Misterius)

Sepanjang perjalanan, kamu tidak akan sendirian. Ada Diana, seorang gadis kecil android yang memiliki peran krusial. Diana biasanya akan terlihat menggendong atau menempel di punggung Hugh. Meskipun ia adalah seorang android, interaksi antara Hugh dan Diana sangatlah menyentuh dan menjadi jiwa dari cerita game ini. Diana bukan sekadar “beban” yang harus dilindungi; ia adalah kunci dari mekanik gameplay utama dalam menghadapi ancaman robot yang mendominasi pangkalan luar angkasa di bulan.
5. Eksplorasi Pangkalan Bulan yang Terbengkalai

Latar tempat utama Pragmata adalah pangkalan luar angkasa dan laboratorium manusia di bulan yang kini sunyi. Kamu akan menjelajahi koridor laboratorium yang berkilau, pabrik raksasa, hingga area tambang bawah tanah bulan. Atmosfernya sangat kuat—dingin, futuristik, namun penuh misteri. Apa yang sebenarnya terjadi pada koloni manusia di sana? Mengapa semua orang menghilang? Rasa ingin tahu kamu akan dipacu saat menyusuri setiap sudut ruangan yang menyimpan rahasia tentang penemuan elemen baru yang bisa mereplikasi benda apa pun secara instan.
6. Sistem Pertarungan Over-the-Shoulder yang Solid

Capcom menggunakan perspektif kamera third-person over-the-shoulder untuk pertempuran di Pragmata. Mekanik dasarnya mungkin terasa akrab: kamu membidik titik lemah musuh dan menembak. Namun, yang membuat pertempuran ini istimewa adalah umpan balik (feedback) saat tembakan mengenai lawan. Efek percikan api, suara dentuman senjata, dan respons musuh saat terkena hit terasa sangat memuaskan. Kontrolnya sangat responsif, memungkinkan kamu untuk melakukan manuver cepat di tengah hujan peluru dan serangan robot yang agresif.
7. Mekanik Hacking Diana yang Unik

Inilah fitur yang membedakan Pragmata dari game shooter lainnya. Sebagian besar musuh yang kamu hadapi memiliki pelindung (shield) yang sangat kuat. Di sinilah Diana mengambil peran. Saat kamu membidik musuh, akan muncul mini-game hacking di layar. Kamu harus menavigasi puzzle sederhana ini untuk menurunkan perisai lawan atau membuka celah pada tubuh robot mereka. Mekanik ini memaksa kamu untuk tidak hanya asal tembak, tapi juga berpikir strategis dan melakukan multi-tasking antara membidik, menghindari serangan, dan meretas musuh secara bersamaan.
8. Manuver Udara: Air Dash dan Hover

Hugh dibekali dengan mesin pendorong (thruster) pada baju luar angkasanya. Ini memungkinkan kamu untuk melakukan jump, air dash, hingga melayang (hover) di udara untuk waktu singkat. Fitur ini membuat eksplorasi lingkungan menjadi sangat seru. Kamu bisa dengan cepat berpindah dari satu platform ke platform lain atau menghindari serangan area dari musuh dengan melompat ke udara. Pergerakan yang lincah ini memberikan dinamika yang berbeda dibandingkan game aksi linear pada umumnya, membuat setiap momen mobilitas terasa smooth dan menyenangkan.
9. Strategi di Balik Keterbatasan Amunisi

Di Pragmata, kamu tidak bisa menjadi “Rambo” yang menembak tanpa henti. Senjata utama kamu memiliki sistem pengisian ulang yang terbatas, dan amunisi untuk senjata berat sangatlah langka. Hal ini memaksa pemain untuk benar-benar memanfaatkan fitur hacking Diana guna memaksimalkan setiap peluru yang keluar. Kamu harus mempertimbangkan kapan saat yang tepat untuk menggunakan senjata api dan kapan harus fokus pada taktik defensif. Manajemen inventaris dan amunisi yang aktif ini menambah lapisan strategi yang membuat setiap pertemuan dengan musuh terasa lebih intens.
10. Node Hacking yang Bisa Dikustomisasi

Mini-game hacking Diana bukan sekadar jembatan untuk merusak musuh. Seiring berjalannya game, kamu bisa meningkatkan kompleksitas peretasan tersebut. Kamu bisa memilih node atau jalur tertentu dalam puzzle untuk memberikan efek tambahan, seperti meningkatkan damage, membekukan musuh (freeze), hingga membuat robot musuh mengalami overheat untuk melakukan serangan finisher. Kustomisasi node ini memberikan kebebasan bagi pemain untuk menentukan gaya bermain: apakah ingin lebih agresif atau lebih fokus pada crowd control.
11. Variasi Musuh yang Terus Berkembang

Salah satu kekuatan Pragmata adalah variasi musuhnya. Kamu tidak hanya akan melawan robot-robot lambat yang membosankan. Seiring progres cerita, kamu akan berhadapan dengan robot ninja yang lincah, mesin perang raksasa sekelas Metal Gear, hingga makhluk-makhluk mekanis yang lebih aneh dan mengerikan. Variasi ini memastikan bahwa strategi yang kamu gunakan harus terus berevolusi. Game ini melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memperkenalkan jenis musuh baru tepat saat kamu mulai merasa nyaman dengan tantangan sebelumnya.
12. Sistem Progresi dan Base of Operations

Di sela-sela misi, kamu bisa kembali ke markas atau Base of Operations. Di sini, kamu bisa menggunakan sumber daya yang ditemukan selama eksplorasi untuk meng-upgrade baju zirah Hugh, meningkatkan kemampuan senjata, hingga memperkuat skill hacking Diana. Yang menarik, markas ini akan terus berkembang secara visual. Dari sebuah laboratorium bulan yang kaku dan dingin, perlahan-lahan tempat ini akan berubah menjadi lebih “hidup” dan berantakan secara artistik, lengkap dengan area bermain untuk Diana yang bisa kamu bangun sendiri.
13. Wholesome Spin dalam Dunia yang Kelam

Meski berlatar di dunia sci-fi yang misterius dan penuh kehancuran, hubungan antara Hugh dan Diana memberikan sentuhan wholesome yang menyegarkan. Di tengah banyaknya game masa kini yang mengusung cerita gelap dan depresif, melihat interaksi tulus antara dua karakter utama ini terasa sangat manis. Hugh dan Diana benar-benar saling peduli satu sama lain. Dinamika ini membuat pemain merasa memiliki motivasi lebih untuk melindungi mereka dan mencari jalan keluar dari krisis yang sedang terjadi di bulan.
14. Konten Tambahan: Simulation Challenges

Bagi kamu yang merasa durasi cerita utama (sekitar 12 jam) masih kurang, Pragmata menyediakan tantangan tambahan berupa Training Room Simulation. Ini adalah serangkaian tantangan yang tingkat kesulitannya akan terus meningkat, mirip dengan VR Missions di seri Metal Gear. Kamu bisa mencoba mendapatkan skor 100% untuk mendapatkan hadiah eksklusif. Tantangan ini didesain dengan sangat solid dan tidak terasa seperti konten tempelan, memberikan alasan kuat bagi pemain untuk terus mengasah kemampuan combat mereka bahkan setelah tamat.
15. Game yang Jujur dan Solid

Kesimpulan terbaik untuk Pragmata adalah bahwa ini merupakan game yang “jujur”. Ia tidak mencoba merubah dunia industri game atau menjadi sesuatu yang sangat revolusioner. Pragmata adalah video game petualangan yang dibuat dengan sangat baik, memiliki mekanik yang dipikirkan secara matang, dan memberikan pengalaman bermain yang memuaskan dari awal hingga akhir. Ini adalah jenis game yang akan membuat kamu tersenyum saat memainkannya, sebuah petualangan single-player berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa Capcom masih merupakan salah satu raja dalam menciptakan pengalaman aksi yang tak terlupakan.
Sudah siap berpetualang bersama Hugh dan Diana? PRAGMATA siap menjadi teman bermain baru kamu yang seru dan penuh kejutan. Jangan lupa, pantau terus JagoGame.id untuk update terbaru, panduan, dan ulasan game keren lainnya!

