Ambisi Indonesia untuk mendominasi panggung esports dunia semakin nyata. Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) secara resmi telah merilis daftar pelatih yang akan menakhodai Tim Nasional Esports Indonesia dalam ajang bergengsi Esports Nations Cup (ENC) 2026.
Langkah ini menjadi fondasi krusial bagi skuad Garuda. Para pelatih terpilih ini tidak hanya bertugas merancang strategi di atas kertas, tetapi juga memegang tanggung jawab penuh dalam proses seleksi pemain hingga membangun chemistry tim yang solid untuk menghadapi lawan-lawan tangguh dari seluruh penjuru dunia.
Kejutan di Kursi Pelatih: Xepher Pindah Haluan ke MLBB?
Salah satu sorotan utama dalam pengumuman ini adalah penunjukan Kenny “Xepher” Deo. Sosok yang dikenal sebagai legenda Dota 2 Indonesia pertama yang menembus The International ini dipercaya memimpin nomor Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Pengalaman internasional Xepher diharapkan mampu membawa perspektif baru dan kedisiplinan tingkat tinggi ke dalam skuad MLBB Indonesia.
Sementara itu, posisi pelatih untuk nomor Dota 2 dijatuhkan kepada Yukatheo Glen Widjaja, sosok yang sudah memiliki jam terbang tinggi di skena kompetitif. Kehadiran nama-nama besar lainnya seperti Baskoro “Roseau” Dwi Putra di divisi Valorant dan Deni “Defiand” Fianda untuk PUBG Mobile semakin mempertegas bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengejar prestasi.
Berikut adalah daftar lengkap jajaran pelatih Timnas Indonesia untuk ENC 2026:
| Cabang Game | Nama Pelatih |
| Dota 2 | Yukatheo Glen Widjaja |
| Mobile Legends: Bang Bang | Kenny “Xepher” Deo |
| Honor of Kings | Glen Richard Pangalila (OmKurus) |
| PUBG Mobile | Deni Fianda (Defiand) |
| PUBG: Battlegrounds | Ridho Dwiki Sena (RDKboss) |
| Valorant | Baskoro Dwi Putra (Roseau) |
| League of Legends | Tamado Simon Sagala |
| Tom Clancy’s Rainbow Six Siege | Guilherme Alf (gohaN) |
| Rocket League | Maarten van Zee (Oscillon) |
Misi Besar di Riyadh: Turnamen Dua Tahunan Paling Prestisius
Esports Nations Cup (ENC) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2-29 November 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Turnamen ini diproyeksikan sebagai ajang dua tahunan yang melengkapi Esports World Cup. Lebih dari 100 negara akan berpartisipasi dalam 16 nomor gim yang berbeda, mulai dari genre MOBA hingga FPS.
Tugas para pelatih kali ini jauh lebih berat. Mereka dituntut untuk adaptif terhadap meta yang terus berkembang di level internasional. PBESI menekankan bahwa selain keunggulan mekanik, kematangan strategi dan mentalitas juara menjadi fokus utama dalam proses seleksi atlet yang akan segera dilaksanakan.
Optimisme Indonesia di Kancah Global
Penunjukan jajaran pelatih lintas negara (seperti pelatih asal Brasil untuk Rainbow Six Siege dan Belanda untuk Rocket League) menunjukkan keterbukaan PBESI terhadap inovasi dan standar global. Kolaborasi antara talenta lokal dan wawasan internasional ini diharapkan menjadi kunci sukses bagi Indonesia untuk membawa pulang medali emas.
Mari kita dukung penuh jajaran pelatih dan atlet yang akan berjuang membawa nama bangsa. Saatnya Merah Putih berkibar tinggi di Riyadh!










