Pasar smartphone kelas menengah kini tidak lagi sekadar bicara soal kamera besar atau desain menarik. Performa, layar, baterai, software, hingga fitur tambahan menjadi faktor penting sebelum membeli. Infinix GT 50 Pro dan Samsung Galaxy A57 adalah dua perangkat yang sama-sama menarik, tetapi membawa filosofi produk yang berbeda.
Infinix GT 50 Pro datang dengan pendekatan “spesifikasi maksimal di harga lebih agresif”. Sementara Samsung Galaxy A57 menawarkan paket yang lebih matang untuk penggunaan harian, terutama dari sisi desain, ketahanan, kamera tambahan, dan pengalaman software.
Perbandingan Singkat Spesifikasi

| Aspek | Infinix GT 50 Pro | Samsung Galaxy A57 |
| Layar | 6,78 inci AMOLED, 144Hz | 6,7 inci Super AMOLED, 120Hz |
| Chipset | Dimensity 8400 Ultimate | Exynos 1680 |
| Kamera Belakang | 50MP + 8MP ultra-wide | 50MP + 12MP ultra-wide + 5MP telephoto |
| Kamera Depan | 13MP | 12MP |
| Baterai | 6500mAh | 5000mAh |
| Charging Kabel | 45W | 45W |
| Wireless Charging | 30W | Tidak ada |
| Sertifikasi | IP64 | IP68 |
| NFC | Ada | Ada |
| IR Blaster | Ada | Tidak ada |
| Harga | Mulai Rp6.999.000 | Rp8.900.000 untuk 12/256GB |
Kesan Pertama: Dua Karakter yang Berbeda
Infinix GT 50 Pro terlihat jelas ditujukan untuk pengguna yang ingin performa besar, layar cepat, baterai awet, dan fitur gaming yang lengkap. Identitas “GT” pada perangkat ini terasa kuat, terutama karena adanya pendingin cair, trigger gaming, chip jaringan khusus, hingga sertifikasi high frame rate gaming.
Samsung Galaxy A57 mengambil jalur berbeda. Perangkat ini tidak mengejar angka performa paling tinggi, tetapi lebih mengutamakan keseimbangan. Bodinya lebih tipis, lebih ringan, proteksinya lebih baik, dan kamera belakangnya lebih fleksibel berkat tambahan lensa telephoto.
Dengan kata lain, Infinix terasa seperti perangkat yang dibuat untuk pengguna aktif dan gamer, sedangkan Samsung lebih cocok sebagai ponsel harian yang rapi dan aman dipakai dalam jangka panjang.
Desain dan Kenyamanan: Samsung Lebih Praktis untuk Harian
Samsung Galaxy A57 memiliki bodi yang lebih ramping dengan ketebalan 6,9 mm dan bobot 179 gram. Untuk penggunaan sehari-hari, angka ini memberi keuntungan nyata, terutama bagi pengguna yang sering menggenggam ponsel dalam waktu lama, menyimpannya di saku, atau menyukai perangkat yang terasa ringan.
Infinix GT 50 Pro lebih besar dan berat dengan ketebalan 8,15 mm serta bobot 198 gram. Bagi sebagian pengguna, ini bisa terasa kurang praktis. Namun, bodi yang lebih tebal tersebut sejalan dengan baterai 6500mAh dan fitur gaming tambahan yang dibawanya.
Jadi, untuk kenyamanan harian, Samsung Galaxy A57 lebih unggul. Namun untuk pengguna yang tidak keberatan dengan bodi lebih berat demi baterai besar dan performa tinggi, Infinix tetap sangat menarik.
Layar: Infinix Lebih Menggoda untuk Hiburan

Pada sektor layar, Infinix GT 50 Pro membawa panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan resolusi 1208 x 2644 piksel. Kecerahannya juga tinggi, yaitu 1600 nits HBM dan 4500 nits peak brightness.
Samsung Galaxy A57 menggunakan layar Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1080 x 2340 piksel. Secara kualitas visual, layar Samsung tetap punya reputasi baik, terutama dalam warna dan kontras. Namun jika melihat angka spesifikasi, Infinix menawarkan layar yang lebih kencang, lebih tajam, dan lebih terang.
Untuk gaming, scrolling, dan konsumsi multimedia, Infinix GT 50 Pro lebih unggul di atas kertas. Sementara itu, Samsung punya keunggulan di proteksi layar karena menggunakan Gorilla Glass Victus+, dibandingkan Corning Gorilla Glass 7i pada Infinix.
Artinya, Infinix menang dalam pengalaman visual, Samsung menang dalam perlindungan.
Performa: Infinix Berada di Level Berbeda
Bagian performa menjadi salah satu alasan utama Infinix GT 50 Pro terlihat sangat kompetitif. Chipset Dimensity 8400 Ultimate yang digunakannya mencatat skor AnTuTu V11 sekitar 2,2 juta. Samsung Galaxy A57 dengan Exynos 1680 mencatat skor sekitar 1,3 juta.
Selisih ini cukup besar. Untuk aktivitas ringan seperti chat, media sosial, browsing, dan streaming, keduanya tentu bisa berjalan lancar. Namun untuk game berat, multitasking intens, atau penggunaan jangka panjang dengan beban tinggi, Infinix punya ruang performa lebih besar.
Dukungan LPDDR5x dan UFS 4.1 juga memperkuat posisi Infinix. Kombinasi ini membantu mempercepat proses buka aplikasi, perpindahan data, dan pengalaman multitasking. Ditambah fitur HydroFlow Liquid Cooling System dan Pressure-Sense GT Trigger, Infinix GT 50 Pro jelas tampil lebih siap untuk gaming.
Samsung Galaxy A57 bukan berarti lemah. Namun, perangkat ini lebih cocok untuk pengguna umum yang membutuhkan performa stabil tanpa harus mengejar angka benchmark tertinggi.
Kamera: Samsung Lebih Siap untuk Banyak Skenario
Untuk fotografi, Samsung Galaxy A57 punya komposisi kamera yang lebih lengkap. Selain kamera utama 50MP, perangkat ini juga membawa kamera ultra-wide 12MP dan telephoto 5MP.
Infinix GT 50 Pro hadir dengan kamera utama 50MP dan ultra-wide 8MP. Konfigurasi ini masih cukup untuk kebutuhan umum, seperti foto harian, pemandangan, makanan, atau dokumentasi perjalanan. Namun, absennya kamera telephoto membuat fleksibilitasnya berada di bawah Samsung.
Bagi pengguna yang sering memotret dalam berbagai kondisi, Samsung Galaxy A57 lebih menarik. Kamera telephoto memberi pilihan framing tambahan, sementara ultra-wide 12MP juga lebih unggul secara angka dibandingkan 8MP milik Infinix.
Untuk selfie, Infinix membawa kamera depan 13MP, sedangkan Samsung 12MP. Selisih ini kecil, sehingga pengalaman akhirnya akan sangat bergantung pada pemrosesan gambar dan preferensi warna masing-masing pengguna.
Baterai dan Pengisian: Infinix Sulit Ditandingi
Infinix GT 50 Pro membawa baterai 6500mAh, sedangkan Samsung Galaxy A57 dibekali baterai 5000mAh. Perbedaan 1500mAh ini cukup signifikan, terutama bagi pengguna yang sering bermain game, menonton video, membuka navigasi, atau bekerja mobile.
Kedua perangkat sama-sama mendukung pengisian kabel 45W. Namun, Infinix menambahkan dukungan wireless charging 30W, fitur yang tidak tersedia pada Samsung Galaxy A57 berdasarkan referensi.
Untuk daya tahan dan fleksibilitas pengisian, Infinix GT 50 Pro jelas lebih unggul.
Ketahanan dan Fitur Pendukung
Samsung Galaxy A57 unggul dalam hal ketahanan karena sudah membawa sertifikasi IP68. Ini lebih baik dibandingkan IP64 pada Infinix GT 50 Pro. Bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau ingin perlindungan lebih terhadap air dan debu, Samsung terasa lebih meyakinkan.
Namun, Infinix membalas dengan fitur tambahan yang lebih banyak. Ada dual speaker Dolby Atmos, IR Blaster, wireless charging, serta paket gaming yang mencakup sistem pendingin dan trigger khusus. Bahkan dalam paket penjualan, Infinix menyertakan GT MagCharge Cooler 2.0, yang semakin memperkuat nilai jual untuk gamer.
Samsung Galaxy A57 tetap membawa fitur penting seperti NFC, dual speaker stereo, dan fingerprint dalam layar. Namun dari sisi kelengkapan fitur non-kamera, Infinix terlihat lebih kaya.
Software: One UI Lebih Aman untuk Banyak Pengguna
Kedua perangkat sama-sama berbasis Android 16. Infinix menggunakan XOS 16, sementara Samsung memakai One UI.
One UI punya keunggulan dalam hal kematangan antarmuka, konsistensi fitur, serta pengalaman yang sudah familiar bagi banyak pengguna Samsung. Untuk pengguna yang menginginkan software rapi dan stabil, Samsung Galaxy A57 punya daya tarik kuat.
XOS 16 pada Infinix kemungkinan lebih ramai fitur dan lebih berorientasi pada personalisasi serta gaming. Untuk sebagian pengguna, ini menyenangkan. Namun bagi pengguna yang menyukai tampilan bersih dan konsisten, One UI bisa terasa lebih nyaman.
Harga dan Nilai Beli

Infinix GT 50 Pro varian 12/256GB dibanderol Rp6.999.000, sedangkan varian 12/512GB berada di Rp7.999.000. Samsung Galaxy A57 varian 12/256GB dijual Rp8.900.000.
Jika membandingkan varian 12/256GB, Infinix lebih murah sekitar Rp1,9 juta dari Samsung. Dengan harga lebih rendah, Infinix justru menawarkan baterai lebih besar, chipset lebih kencang, layar 144Hz, wireless charging, dan fitur gaming lebih lengkap.
Samsung Galaxy A57 unggul bukan karena harga paling murah, tetapi karena menawarkan hal-hal yang lebih sulit diukur lewat benchmark, seperti bodi lebih tipis, sertifikasi IP68, Gorilla Glass Victus+, kamera telephoto, dan pengalaman One UI.
Kesimpulan
Infinix GT 50 Pro adalah pilihan yang lebih rasional bagi pengguna yang mengejar performa, baterai besar, gaming, layar kencang, dan value for money. Dengan harga lebih rendah, perangkat ini memberikan spesifikasi yang sangat agresif.
Samsung Galaxy A57 lebih cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone harian yang nyaman, ringan, lebih tahan air, punya kamera lebih fleksibel, serta memakai antarmuka One UI yang sudah matang.
Pilih Infinix GT 50 Pro jika prioritas utama adalah performa dan fitur. Pilih Samsung Galaxy A57 jika prioritas utama adalah kenyamanan, ketahanan, kamera, dan pengalaman software Samsung.

