News, Smartphone, Tekno & Gadget

Kisah Pejuang Malam dalam Terekam Dalam Gelap Bersama Infinix NOTE 60 Pro

Saat sebagian besar orang tertidur pulas, roda kehidupan di luar sana ternyata tidak sepenuhnya berhenti. Banyak pekerja yang justru baru memulai aktivitas beratnya pada dini hari. Mulai dari pedagang di pasar tradisional, petugas keamanan, tenaga medis darurat, hingga para nelayan yang menembus lautan. Sayangnya, dedikasi mereka sering kali luput dari sorotan dan jarang terdokumentasikan dengan baik.

Menyadari kondisi tersebut, Infinix mengambil inisiatif mulia. Melalui perangkat mutakhir Infinix NOTE 60 Pro, perusahaan teknologi ini tidak hanya memamerkan kecanggihan lensa malam hari, tetapi juga memberi ruang bercerita bagi mereka yang selama ini tidak terlihat. Gerakan sosial ini resmi dimulai lewat sebuah karya film pendek bertajuk Terekam Dalam Gelap.

Pesan Mendalam dari Film Terekam Dalam Gelap

Karya visual Terekam Dalam Gelap disutradarai langsung oleh Kevin Rahardjo dan dibintangi oleh aktris berbakat Faradina Mufti. Film ini berfokus pada karakter Anya, seorang jurnalis foto yang awalnya menganggap malam sebagai waktu yang menakutkan dan penuh ketidakpastian.

Namun, seiring berjalannya proses liputan, pandangan Anya berubah total. Ia menyadari bahwa di balik kepekatan malam, terdapat sosok-sosok tangguh yang memastikan kota tetap hidup. Kevin Rahardjo menjelaskan bahwa perubahan perspektif inilah yang menjadi nyawa utama dari film tersebut. Karakter pahlawan tanpa tanda jasa ini akhirnya mendapatkan apresiasi visual yang layak.

Keunggulan Kamera Malam Infinix NOTE 60 Pro

Lebih lanjut, kemampuan menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya di film ini sepenuhnya didukung oleh teknologi Infinix NOTE 60 Pro. Ponsel cerdas kelas Rp5 jutaan yang rilis pada Februari 2026 ini membawa spesifikasi kelas atas. Perangkat ini ditenagai prosesor Snapdragon 7s Gen 4 5G, baterai raksasa 6.500 mAh dengan pengisian cepat 90W, serta layar Ultra HDR 144Hz.

Tentu saja, bintang utamanya adalah 50MP OIS Night Master Camera. Seluruh dokumentasi dalam film ini diambil menggunakan lensa tersebut. Tommy Xiong, Country Manager Infinix Indonesia, menegaskan bahwa nilai sejati dari teknologi baru akan muncul ketika inovasi tersebut mampu membantu orang lain untuk lebih memahami dan mengapresiasi kehidupan di sekitarnya.

Apresiasi Langsung Melalui Shutter Currency

Selain meluncurkan film, Infinix juga memperkenalkan sebuah konsep revolusioner bernama Shutter Currency. Biasanya, objek foto sering kali tidak mendapatkan manfaat langsung dari karya yang dipublikasikan.

Oleh karena itu, inisiatif ini hadir untuk mengubah kebiasaan tersebut. Para pekerja malam yang kisahnya terpilih akan menerima bentuk apresiasi nyata. Ini adalah wujud penghargaan langsung atas kontribusi mereka dalam menghadirkan cerita yang mampu menginspirasi publik luas.

Peluang Kompetisi bagi Jurnalis dan Warga

Sebagai langkah keberlanjutan, Infinix membuka program Kompetisi Jurnalis Nasional. Program ini mencari 50 jurnalis terpilih untuk meliput kisah para pejuang malam. Menariknya, pendaftaran program ini berakhir tepat pada hari ini, 13 Agustus 2026. Para finalis nantinya akan dipinjamkan unit Infinix NOTE 60 Pro secara bergantian untuk masa peliputan hingga 27 Oktober 2026.

Selain jurnalis profesional, masyarakat umum juga diajak berpartisipasi melalui ajang Citizen Journalism. Peserta cukup membagikan kisah pekerja malam di lingkungan sekitar melalui Instagram Reels berdurasi 45–90 detik dengan tagar #TerekamDalamGelap. Tersedia hadiah perangkat ponsel terbaru bagi tiga karya terbaik.

Bagi kamu yang penasaran dengan kisah inspiratif ini, film pendek Terekam Dalam Gelap sudah bisa disaksikan melalui kanal YouTube resmi Infinix Indonesia. Sementara itu, informasi pendaftaran kompetisi dapat diakses langsung pada situs terekamdalamgelap.com. Mari bersama-sama mengapresiasi dedikasi mereka yang bekerja di balik layar malam!