Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE menjadi salah satu mouse gaming terbaru Logitech G yang dirancang untuk kebutuhan kompetitif. Produk ini membawa sejumlah teknologi baru yang berfokus pada kecepatan klik, akurasi tracking, daya tahan baterai, serta fleksibilitas pengaturan.
Diumumkan pada 23 September 2026, Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE akan tersedia di Indonesia mulai 6 Oktober 2026 dengan harga Rp3.544.000. Perangkat ini tersedia melalui LogitechG.com dan hadir dalam pilihan warna Midnight Black serta Magenta Eclipse.
Berikut tujuh fakta menarik mengenai Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE yang membuatnya berbeda dari mouse gaming konvensional.
1. Menggunakan Teknologi Klik HITS

Fitur paling menarik dari Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE adalah Haptic Inductive Trigger System atau HITS. Teknologi ini menggantikan microswitch tradisional dengan sistem yang menggabungkan inductive analog sensing dan click haptics secara real-time.
Menurut Logitech G, HITS dirancang untuk mengurangi click latency hingga 30 milidetik dibandingkan gaming mouse 8 kHz pada umumnya. Teknologi tersebut ditujukan untuk memberikan respons klik lebih cepat ketika pemain membutuhkan aksi secara instan.
Sistem ini juga membuat karakter klik dapat disesuaikan. Jadi, pengguna tidak hanya mendapatkan klik cepat, tetapi juga dapat menentukan bagaimana mouse merespons tekanan jari.
2. Klik Bisa Dikustomisasi Melalui G HUB

Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE memberikan kontrol yang lebih detail melalui software Logitech G HUB. Pengguna dapat mengatur karakter klik sesuai gaya bermain dan kebutuhan masing-masing.
Tersedia 10 level actuation, lima titik reset Rapid Trigger, serta enam pilihan intensitas click haptic. Pengaturan tersebut memungkinkan pemain menentukan seberapa jauh tombol perlu ditekan sebelum memberikan respons.
Kustomisasi seperti ini dapat menjadi opsi bagi pemain yang terbiasa dengan karakter klik tertentu. Pengaturan juga dapat diubah secara real-time sehingga pengguna lebih leluasa melakukan eksperimen untuk menemukan konfigurasi yang sesuai.
3. Sensor HERO 2 Mencapai 48.000 DPI

Untuk urusan tracking, Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE dibekali sensor HERO 2. Sensor tersebut menawarkan resolusi hingga 48.000 DPI, kecepatan maksimum lebih dari 930 IPS, serta akselerasi lebih dari 90G.
Logitech G juga menyebut sensor ini bekerja tanpa smoothing, acceleration, dan filtering. Dengan karakter tersebut, setiap pergerakan mouse dirancang untuk diterjemahkan secara presisi.
Kemampuan tersebut ditujukan untuk kebutuhan permainan yang membutuhkan gerakan cepat dan akurat. Mulai dari melakukan flick, mengontrol aim, hingga menggeser kamera dengan cepat dapat dilakukan menggunakan sensor yang sama.
4. Baterai Mampu Bertahan Hingga 135 Jam

Salah satu peningkatan penting pada PRO X3 SUPERSTRIKE terletak pada daya tahan baterainya. Logitech G mengklaim perangkat ini menawarkan peningkatan daya tahan hingga 50 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Dalam kondisi pergerakan konstan, baterainya dapat digunakan hingga 135 jam. Angka tersebut membuat pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian daya ketika menggunakan mouse secara nirkabel.
PRO X3 SUPERSTRIKE juga menggunakan chipset custom NxLOGI yang dirancang untuk menghadirkan koneksi nirkabel dengan latensi rendah. Kombinasi antara baterai besar dan konektivitas LIGHTSPEED membuat mouse ini ditujukan untuk sesi bermain panjang.
5. Mendukung Report Rate Hingga 8.000 Hz

Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE menawarkan kemampuan report rate hingga 8.000 Hz melalui koneksi kabel maupun LIGHTSPEED. Pada tingkat tersebut, interval pelaporan mencapai sekitar 0,125 milidetik.
Report rate yang tinggi memungkinkan mouse mengirimkan informasi posisi dan pergerakan ke sistem dengan frekuensi lebih sering. Fitur ini menjadi salah satu aspek penting bagi pengguna yang mengutamakan responsivitas dalam permainan kompetitif.
Dengan dukungan tersebut, Logitech G memposisikan PRO X3 SUPERSTRIKE sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk game seperti Counter-Strike 2, Valorant, dan League of Legends.
6. Bobot Ringan dengan Distribusi yang Dioptimalkan

Selain performa sensor dan klik, desain fisik juga menjadi perhatian. Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE memiliki bobot 59 gram, sementara versi EMEA tercatat 61 gram.
Bobot ringan tersebut dipadukan dengan distribusi berat yang ditingkatkan di sekitar area sensor. Tujuannya adalah memberikan keseimbangan ketika mouse digunakan untuk melakukan flick cepat maupun pergerakan panjang.
Dimensi perangkat mencapai tinggi 125 mm, lebar 63,5 mm, dan panjang 40 mm. Logitech G menyediakan dua pilihan warna, yaitu Midnight Black dan Magenta Eclipse.
7. Mendukung POWERPLAY dan Memori Onboard

Fakta terakhir yang menarik adalah dukungan terhadap POWERPLAY dan memori onboard. POWERPLAY memungkinkan pengguna mendapatkan pengalaman gaming nirkabel yang lebih praktis melalui ekosistem pengisian daya Logitech G.
Sementara itu, memori onboard memungkinkan konfigurasi tertentu disimpan langsung pada mouse. Pengguna dapat membawa pengaturan yang sudah dibuat tanpa harus mengatur ulang seluruh profil setiap kali berpindah perangkat.
Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE dikembangkan dan diuji melalui kolaborasi dengan profesional esports. Perangkat ini dirancang untuk pemain yang membutuhkan kombinasi antara respons cepat, tracking presisi, dan kustomisasi mendalam.
Dengan HITS sebagai teknologi utama, sensor HERO 2 hingga 48.000 DPI, report rate 8.000 Hz, baterai hingga 135 jam, serta bobot ringan, Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE membawa sejumlah fitur yang berfokus pada kebutuhan gaming kompetitif.
Di Indonesia, mouse gaming ini mulai tersedia pada 6 Oktober 2026 dengan harga Rp3.544.000 melalui LogitechG.com.

