Console, News, PC

Gamers Nexus Berhasil Instal Linux dan Overclock PlayStation 5

Saluran teknologi ternama, Gamers Nexus, baru saja menggegerkan dunia hardware dengan proyek eksperimental terbaru mereka. Bukan sekadar ulasan biasa, tim mereka berhasil melakukan jailbreak pada PlayStation 5 (PS5) dan menginstal sistem operasi Linux Ubuntu 26.04 LTS ke dalam konsol milik Sony tersebut. Eksperimen ini membuktikan bahwa dengan modding yang tepat, PS5 bisa berubah menjadi PC desktop fungsional.

Memanfaatkan Eksploit “The Flow”

Gamers Nexus Berhasil Instal Linux dan Overclock PlayStation 5

Proyek ini didasarkan pada metode eksploit yang dipublikasikan oleh teknisi infosec ternama, Andy Nguyen alias The Flow. Metode ini merupakan soft mod, artinya tidak mengubah sistem internal PS5 secara permanen. Pengguna hanya perlu menjalankan server DNS palsu melalui laptop dan router murah untuk mengirimkan payload ke konsol.

Namun, ada catatan penting: eksploit ini hanya bekerja pada firmware lama (versi 3.x dan 4.x). Tim Gamers Nexus sendiri menggunakan unit PS5 peluncuran yang sudah tersimpan di gudang selama bertahun-tahun untuk memastikan firmware-nya belum diperbarui ke versi terbaru.

Overclocking dan Uji Coba Game PC

Hal yang paling menarik dari eksperimen ini adalah kemampuan untuk melakukan overclocking. Dengan alat dari The Flow, Gamers Nexus berhasil mendongkrak kecepatan clock CPU hingga 3500 MHz dan GPU hingga 2230 MHz, serta mengatur kurva kipas agar tetap dingin.

Hasilnya? Mereka mencoba menjalankan Steam dan memainkan game ikonik milik Xbox, Halo: Combat Evolved, di atas mesin PlayStation. Meskipun mengalami masalah stuttering (hitching) karena optimasi yang belum sempurna, game tersebut tercatat berjalan dengan rata-rata 91-95 FPS. Mereka juga menguji game berat seperti Crimson Desert versi PC dan simulasi Stellaris, yang menunjukkan peningkatan performa sekitar 5-7% berkat overclocking.

Bagi Gamers Nexus, proyek ini bukan tentang mengajak orang melakukan pembajakan, melainkan tentang kebebasan memiliki perangkat. Mereka berargumen bahwa konsumen yang telah membeli hardware secara sah seharusnya memiliki hak untuk memodifikasi perangkat tersebut demi tujuan riset akademik maupun hiburan.

Eksperimen ini membuka pintu bagi pemahaman lebih dalam mengenai optimasi VRAM dan perbandingan performa antara konsol dan PC pada tingkat hardware yang identik. Meskipun penuh risiko seperti potensi hardware ban jika terhubung ke internet, pencapaian ini membuktikan bahwa PS5 adalah mesin yang sangat kuat jika “dilepaskan” dari batasan sistem operasinya.

Untuk lebih jelas, kamu bisa menyaksikan videonya di bawah ini: